Cara Menggambarkan Struktur Lewis Suatui Molekul - KIMIA OKE PINTAR

Latest

Terimakasih telah berkunjung di KIMIAOKEPINTAR.BLAGSPOT.COM... Kami selalu menunggu kunjungan Anda berikutnya!! Salaaaaaaam dari ZAINAL ABIDIN, S.Pd (Guru SMA Negeri Unggul Pidie Jaya) Untuk mendapatkan informasi terbaru silahkan bergabung dengan cara klik DISINI ----> FACEBOOK ZAINAL ABIDIN atau FACEBOOK INFO PENDIDIKAN

Tuesday, December 5, 2017

Cara Menggambarkan Struktur Lewis Suatui Molekul

Contoh penerapan 1
CO2
Elektron valensi C adalah 4 (golongan 4A)
Elektron valebsi O adalah 6 (golongan 6A)
C bertindak sebagai atom pusat (karena jumlah C lebih sedikit dan elektronegativitas C < O)


Lengkapkan jumlah elektron valensi yang terisa, C sudah menggunakan 1 elektron untuk berikatan dengan 1 atom O yang ada di kiri dan 1 elektron untuk berikatan dengan 1 atom O di kanan. Jadi masih tersisa 2 elektron lagi yang dapat ditempatkan di sekitar atom C (di sini diletakkan di atas dan bawah C).

Masing-masing atom O sudah menggunakan 1 elektron valensinya untuk berikatan dengan atom C. Jadi elektron valensi O yang tersisa sebanyak 5. Ini ditempatkan pada setiap atom O.
 
 

Contoh penerapan 2
HNO3
Elektron valensi H adalah 1 (golongan 1A)
Elektron valensi N adalah 5 (golongan 5A)
Elektron valebsi O adalah 6 (golongan 6A)
N bertindak sebagai atom pusat (karena jumlah N lebih sedikit dan elektronegativitas N < O), ingat H tidak akan pernah bertindak sebagai atom pusat.

 
 
 
Tahap ini sebenarnya dapat saja dilewati dan langsung menuju tahap akhir jika memang dari hasil analisis jumlah elektron sekitar N sudah tampak lebih dari 8. Selanjutnya sisa 1 elektron dapat langsung dipindahkan ke O di kanan yang kebetulan juga memiliki 1 elektron yang belum berpasangan. Jika 1 elektron dari N pindah ke O di kanan, maka O di kanan langsung dapat memenuhi aturan oktet (elektron di sekitarnya berjumlah 8).

Karena jumlah elektron di sekitar atom N sebanyak 10 elektron ini tidak mungkin, maka 2 elektron pada salag satu ikatan rangkap dipindahkan ke atom O sehingga N memberikan 2 elektron yang digunakan bersama atom O tetapi atom O tidak menyumbangkan elektron sama sekali. Ini biasa disebut sebagai ikatan kovalen koordinasi. 
Rumus struktur Lewis dengan 1 ikatan kovalen koordinasi yang ditandai dengan tanda panah dari N menuju O.

Contoh penerapan 3
CO32–
Elektron valensi C adalah 4 (golongan 4A)
Elektron valebsi O adalah 6 (golongan 6A)

C bertindak sebagai atom pusat (karena jumlah C lebih sedikit dan elektronegativitas C < O). Karena itu adalah suatu ion yang bermuatan 2 negatif maka ini dapat diartikan bahwa pada struktur ion tersebut mendapat tambahan 2 elektron dari luar. 

Siapa yang menerima elektron tambahan ini? Yang biasa menerima tambahan ini bukanlah atom pusat secara langsung tetapi ligan (atom di sekitar atom pusat). Dalam hal ini 2 atom O-lah yang masing-masing menerima tambahan elektron tersebut.
 
Beri garis sebagai tanda ikatan antara 2 atom. Setiap garis ikatan ini bermakna 2 elektron yang dapat digunakan bersama oleh dua atom tersebut. Dua elektron ini merupakan sumbangan dua atom yang berikatan, masing-masing atom menyumbangkan 1 elektron.
 
Karena ion ini bermuatan 2- tambahkan 1 elektron pada satu atom O dan 1 elektron lagi pada atom O lainnya. 

Contoh penerapan 4
NO2
Elektron valensi N adalah 5 (golongan 5A)
Elektron valebsi O adalah 6 (golongan 6A)

N bertindak sebagai atom pusat (karena jumlah N lebih sedikit dan elektronegativitas N < O)

Atom N tidak akan dapat memenuhi aturan oktet karena jumlah elektron valensi totalnya ganjil. Namun demikian ia tidak mungkin lebih dari 8 juga.

Contoh penerapan 5
P2O5
Elektron valensi P adalah 5 (golongan 5A)
Elektron valebsi O adalah 6 (golongan 6A)

Jumlah atom P lebih sedikit dari O dan bila ditinjau P berada di bawah O dalam tabel sistem periodik unsur yang artinya elektronegativitas P < O, oleh karena itu P akan berperan sebagai atom pusat. Jumlah atom P ada 2 maka akan terdapat 2 atom pusat. Kerangka yang paling mungkin adalah seperti gambar berikut. 

Struktur seperti dibawah ini adalah struktur paling stabil dibanding struktur terakhir itu. Meskipun P tidak mengikuti aturan oktet, memang berpeluang untuk tidak mengikuti aturan oktet karena ia berada di periode ketiga. Kejadian seperti P atau atom dari periode ketiga atau lebih inio sering disebut mengikuti atura oktet yang di perluas.
Walaupun P boleh melanggar aturan oktet namun jika dipaksa/diupayakan P dapat saja mengikuti aturan oktet dengan memindahkan salah satu pasangan elektron ikatan pada ikatan rangkapnya ke atom O. Kejadian seperti ini lalu dijelaskan bahwa antara P dan O membentuk ikatan kovalen koordinasi. Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang terjadi ketika 2 elektron yang digunakan bersama dalam ikatan hanya berasal dari salah satu atom saja, dalam hal ini dari atom P menuju O.

Sumber: www.urip.info

No comments:

Post a Comment