Contoh Soal dan Pembahasan Tentang Koefisien Reaksi - KIMIA OKE PINTAR

Latest

Terimakasih telah berkunjung di KIMIAOKEPINTAR.BLAGSPOT.COM... Kami selalu menunggu kunjungan Anda berikutnya!! Salaaaaaaam dari ZAINAL ABIDIN, S.Pd (Guru SMA Negeri Unggul Pidie Jaya) Untuk mendapatkan informasi terbaru silahkan bergabung dengan cara klik DISINI ----> FACEBOOK ZAINAL ABIDIN atau FACEBOOK INFO PENDIDIKAN

Wednesday, December 6, 2017

Contoh Soal dan Pembahasan Tentang Koefisien Reaksi

1.     Aluminium larut dalam larutan asam sulfat menghasilkan larutan aluminium sulfat dan gas hidrogen. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut.
2Al(s) + 3H2SO4(aq) → Al2(SO4)3(aq) + 3H2(g)
Berapa mol gas hidrogen dan mol larutan aluminium sulfat yang dihasilkan jika digunakan 0,5 mol aluminium?

Jawab:
Dari persamaan reaksi:
2Al(s) + 3H2SO4(aq) → Al2(SO4)3(aq) + 3H2(g) [Setara]
Dengan jumlah mol Al = 0,5 mol

Diketahui perbandingan koefisien pereaksi dengan produk adalah sebagai berikut.
 Al : H2SO4 : Al2(SO4)3 : H2 = 2 : 3 : 1 : 3

 Jumlah mol gas hidrogen = koefisien H2/koefisien Al × mol Al
 3/2 × 0,5 mol = 0,75 mol
 Jumlah mol larutan aluminium sulfat = koefisien Al2(SO4)3/koefisien Al × mol Al
 1/2 × 0,5 mol = 0,25 mol

Jadi, jumlah mol gas hidrogen dan mol larutan aluminium sulfat yang dihasilkan berturut-turut sebanyak 0,75 mol dan 0,25 mol.


2.     5,6 gram besi (Ar Fe = 56) dilarutkan dalam larutan asam klorida sesuai reaksi berikut.
2Fe(s) + 6HCl(aq) → 2FeCl3(aq) + 3H2(g)
Tentukan volume H2 yang dihasilkan pada keadaan standar (STP)!

Jawab:
Persamaan reaksi tersebut kita tulis ulang sebagai berikut.
2Fe(s) + 6HCl(aq) → 2FeCl3(aq) + 3H2(g) [setara]

Pertama kita tentukan jumlah mol besi yang massanya tela diketahui dengan menggunakan rumusmassa molar, yaitu sebagai berikut.
n
=
  m
Mm
Keterangan:
m = massa (gram)
n = jumlah mol (mol)
Mm = massa molar
Massa molar sama dengan massa atom relatif untuk atom dan sama dengan massa molekul relatif untuk senyawa.
Mm = Ar
Dengan demikian, massa molar Fe adalah 56 gram/mol. Sehingga jumlah mol Fe adalah sebagai berikut.
Jumlah mol Fe = massa/massa molar
 n = 5,6 gram/56 gram/mol
 n = 0,1 mol

Selanjutnya kita tentukan jumlah mol H2 dengan menggunakan perbandingan koefisien sesuai persamaan reaksi yang diberikan.
Perbandingan koefisien H2 : Fe = 3 : 2. Maka, jumlah mol H2 dapat ditentukan dengan cara berikut.
Jumlah mol H2 = koefisien H2/koefisien Fe × mol Fe
 3/2 × 0,1 mol = 0,15 mol

Langkah terakhir, kita tentukan volume H2 pada keadaan standar (STP) dengan menggunakan rumus volume molar sebagai berikut.
V = n × Vm
Keterangan:
V = volume (liter)
n = jumlah mol (mol)
Vm = Volume molar
Volume molar semua jenis gas pada keadaan STP (Standard Temperature and Pressure) adalah sama yaitu sebesar 22,4 liter/mol. Dengan demikian, volume H2 dapat kita hitung sebagai berikut.

Volume H2 = jumlah mol H2 × volume molar
 V = 0,15 mol × 22,4 liter/mol
 V = 3,36 liter
Jadi, volume H2 yang dihasilkan pada keadaan standar STP adalah 3,36 liter.


3.     Sebanyak 32 gram kalsium karbida (CaCl2) dilarutkan dalam air menghasilkan gas asetilena (C2H2) menurut reaksi kimia berikut ini.
CaC2(s) + 2H2O(l) → Ca(OH)2(s) + C2H2(g)
Tentukan:
 mol CaC2
 massa Ca(OH)2 yang dihasilkan
 volume gas asetilena yang dihasilkan pada keadaan standar (Ar Ca = 40, C = 12, O = 16, dan H = 1)
Jawab:
Persamaan reaksi tersebut kita tulis ulang sebagai berikut.
CaC2(s) + 2H2O(l) → Ca(OH)2(s) + C2H2(g) [setara]

 Menentukan jumlah mol CaC2
Massa molekul relatif dari CaC2 adalah sebagai berikut.
 Mr CaC2 = 40 + (2 × 12)
 Mr CaC2 = 40 + 24
 Mr CaC2 = 64
Dengan demikian, massa molar CaC= 64 gram/mol

Selanjutnya, kita tentukan jumlah mol CaCdengan menggunakan rumus massa molar yaitu sebagai berikut.
Jumlah mol CaCmassa/massa molar
 n = 32 gram/64 gram/mol
 n = 0,5 mol
Jadi, jumlah mol CaC2 (kalsium karbida) sebanyak 0,5 mol.

 Menentukan massa Ca(OH)2
Massa molekul relatif dari Ca(OH)2 adalah sebagai berikut.
 Mr Ca(OH)2 = 40 + (2 × 16) + (2 × 1)
 Mr Ca(OH)2 = 40 + 32 + 2
 Mr Ca(OH)2 = 74
Dengan demikian, massa molar Ca(OH)= 74 gram/mol

Selanjutnya kita tentukan jumlah mol Ca(OH)2 dengan menggunakan perbandingan koefisien sesuai persamaan reaksi setara di atas.
Perbandingan koefisien Ca(OH)2 : CaC= 1 : 1. Maka, jumlah mol Ca(OH)2 dapat ditentukan dengan cara berikut.
Jumlah mol Ca(OH)2 = koefisien Ca(OH)2/koefisien CaC2 × mol CaC2
 1/1 × 0,5 mol = 0,5 mol

Terakhir dengan menggunakan rumus massa molar yang sudah diberikan sebelumnya, kita dapat menentukan massa Ca(OH)2 yang dihasilkan, yaitu sebagai berikut.
Massa Ca(OH)2 = jumlah mol × massa molar
 m Ca(OH)2 = n × Mm
 m Ca(OH)2 = 0,5 mol × 74 gram mol-1
 m Ca(OH)2 = 37 gram
Jadi, massa Ca(OH)2 yang dihasilkan adalah 37 gram.

 Menentukan volume C2H2
Pertama kita tentukan jumlah mol C2H2 dengan menggunakan perbandingan koefisien sesuai persamaan reaksi setara di atas.
Perbandingan koefisien C2H: CaC= 1 : 1. Maka, jumlah mol C2Hdapat ditentukan dengan cara berikut.
Jumlah mol C2Hkoefisien C2H2/koefisien CaC2 × mol CaC2
 1/1 × 0,5 mol = 0,5 mol

Selanjutnya dengan menggunakan rumus volume molar yang sudah diberikan sebelumnya, kita dapat menentukan volume CaCyang dihasilkan, yaitu sebagai berikut.
Volume CaC2 = jumlah mol × volume molar
 V CaC= n × Vm
 V CaC= 0,5 mol × 22,4 liter mol-1
 V CaC= 11,2 liter
Jadi, volume CaC2 (gas asetilena) yang dihasilkan pada keadaan standar (STP) adalah 11,2 liter.

No comments:

Post a Comment