Reaksi Oksidasi dan Reaksi Reduksi (Reaksi Redoks) - KIMIA OKE PINTAR

Latest

Terimakasih telah berkunjung di KIMIAOKEPINTAR.BLAGSPOT.COM... Kami selalu menunggu kunjungan Anda berikutnya!! Salaaaaaaam dari ZAINAL ABIDIN, S.Pd (Guru SMA Negeri Unggul Pidie Jaya) Untuk mendapatkan informasi terbaru silahkan bergabung dengan cara klik DISINI ----> FACEBOOK ZAINAL ABIDIN atau FACEBOOK INFO PENDIDIKAN

Saturday, January 28, 2017

Reaksi Oksidasi dan Reaksi Reduksi (Reaksi Redoks)



 

Berbagai macam reaksi kimia tanpa kita sadari, begitu akrab dengan kehidupan kita.

  1. Pernahkah Anda melihat besi maupun seng berkarat?
  2. Benda perhiasan yang disepuh kembali karena warnanya yang pudar?
  3. Energi listrik yang ditimbulkan oleh aki kendaran bermotor?
  4. Atau yang lebih sederhana ketika kita mengupas buah apel, beberapa saat akan terjadi perubahan warna. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Semua kejadian atau peristiwa di atas merupakan contoh dari reaksi oksidasi atau reduksi yang akrab kita sebut sebagai reaksi redoks.
Sesuai dengan perkembangannya, ada tiga konsep untuk menjelaskan reaksi oksidasi reduksi (redoks). Konsep tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Konsep redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen.
  2. Konsep redoks berdasarkan pelepasan dan penerimaan elektron.
  3. Konsep redoks berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi.
 
A. KONSEP REAKSI OKSIDASI REDUKSI
    Pengertian oksidasi dan reduksi dapat ditinjau berdasarkan 3 landasan teori, yaitu :
1. Reaksi Pengikatan dan pelepasan unsur oksigen
     
    Reaksi oksidasi (pengoksigenan) adalah peristiwa penggabungan suatu zat dengan oksigen.
    Contoh:

1) Perkaratan logam besi
Reaksi perkaratan logam besi:
4Fe(s) + 3O2(g) --> 2Fe2O3(s) [karat besi]


2) Pembakaran bahan bakar (misalnya gas metana, minyak tanah, LPG, solar)
Reaksi pembakaran gas metana (CH4): akan menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air.
CH4(g) + O2(g) --> CO2(g) + 2H2O(g)
 
3) Oksidasi glukosa (C6H12O6) dalam tubuh (respirasi). Di dalam tubuh, glukosa di pecah menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti carbon dioksida dan air.
C6H12O6(aq) + 6O2(g) --> 6CO2(g) + 6H2O(l)
 
4) Oksidasi tembaga Cu, belarang S, dan belerang dioksida SO2:
Cu(s) + O2(g) --> CuO(s)
S(s) + O2(g) --> SO2(g)
SO2(g) + O2(g) --> SO3(g)
 
5) Buah apel maupun pisang setelah dikupas akan berubah warna menjadi kecoklatan
6) Minyak makan yang disimpan terlalu lama dan dalam kondisi terbuka akan menyebabkan bau tengik hasil dari pengikatan oksigen (teroksidasi)
7) Menurut Anda, contoh apa lagi yang terkait dengan peristiwa oksidasi berdasarkan konsep pertama? Silakan tambahkan di sini !!

Zat yang mengikat oksigen kita sebut sebagai reduktor/pereduksi. Berdasarkan contoh-contoh reaksi oksidasi di atas, maka reduktor untuk reaksi: 1) Besi Fe; 2) Metana CH4; 3) Glukosa C6H12O6; 4) Cu, S, SO2
    Si  +  O2        SiO2
    4 Fe  +  3 O2       2 Fe2O3
    Reaksi oksidasi logam dikenal juga dengan nama perkaratan. Reaksi pembakaran juga termasuk reaksi oksidasi, misalnya pembakaran minyak bumi, kertas, kayu bakar, dll.
    
Reaksi reduksi adalah peristiwa pengeluaran oksigen dari suatu zat.
Contoh:

1) Reduksi mineral hematit F2O3 oleh karbon monoksida CO
        F2O3(s) + CO(g) --> 2Fe(s) + CO2(g)
 
2) Reduksi kromium(III) oksida Cr2O3 oleh aluminium Al
        Cr2O3(s) + 2Al(s) --> 2Cr(s) + Al2O3(s)
 
3) Reduksi tembaga(II) oksida CuO oleh gas hidrogen H2
        CuO(s) + H2(g) --> Cu(s) + H2O(g)
 
4) Reduksi SO3, KClO3, dan KNO3:
        SO3(g) --> SO2(g) + O2(g)
        3KClO3(s) --> 2KCl(s) + 3O2(g)
         2KNO3(aq) --> 2KNO2(aq) + O2(g)
 
Zat yang melepas oksigen kita sebut sebagai oksidator/pengoksidasi. Berdasarkan contoh-contoh reaksi reduksi di atas, maka oksidator untuk reaksi: 1) Hematit Fe2O3; 2) Kromium(III) oksida Cr2O3; 3) Tembaga(II) oksida CuO; 4) SO3, KClO3, KNO3
    2 CuO      →  2 Cu  + O2
    H2O        H2   + O2


2.  Reaksi pelepasan dan pengikatan elektron
    Reaksi oksidasi dan reduksi juga dapat dibedakan dari pelepasan dan penangkapan elektron.
    Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron
    Contoh:
    Na        Na +  +  e
    Zn        Zn +2    + 2e
    Al        Al +3    + 3e
    
Reduksi adalah peristiwa penangkapan elektron
    Contoh:
    Na +  + e      Na
    Fe +3  + e      Fe +2
Dari konsep kedua ini dapat disimpulkan bahwa reaksi oksidasi dan reduksi tidak hanya hanya melibatkan reaksi suatu zat dengan oksigen.
Zat yang melepas elektron (oksidasi) disebut reduktor, sedangkan zat yang menerima elektron (reduksi) disebut oksidator
3. Reaksi penambahan dan pengurangan bilangan oksidasi
    Oksidasi adalah peristiwa naiknya / bertambahnya bilangan oksidasi suatu unsur, sedangkan reduksi adalah peristiwa turunnya / berkurangnya bilangan oksidasi.
B. BILANGAN OKSIDASI
    Bilangan oksidasi ( biloks) disebut juga tingkat oksidasi. Bilangan oksidasi diartikan sebagai muatan yang dimiliki suatu atom dalam keadaan bebas atau dalam senyawa yang dibentuknya.
    Bilangan oksidasi suatu unsur dapat ditentukan dengan aturan berikut:
1. Biloks atom dalam unsur adalah nol
    Contoh  Na, Fe, O2 , H2  memiliki biloks nol
2. Total biloks senyawa adalah nol
    Contoh H2O, NaOH, CH3COOH, KNO3 total biloksnya adalah nol
3. Biloks ion sesuai dengan muatannya
    Contoh  Na +1 ( = +1),  O -2 ( = -2),  Fe +3  (= +3)
4. Biloks unsur golongan I A dalam senyawanya adalah + 1
    Contoh Biloks atom Na dalam NaCl adalah + 1
5. Biloks unsur golongan II A dalam senyawanya adalah + 2
    Contoh: Biloks  Ca dalam CaCO3  adalah + 2
6. Biloks unsur golongan VII A dalam senyawa binernya adalah – 1
    Contoh: Biloks F dalam senyawa KF dan BaF2 adalah – 1
7. Biloks unsur oksigen dalam senyawanya adalah – 2
    Contoh dalam H2O, Na2O, Al2O3
8. Biloks unsur hydrogen dalam senyawanya adalah + 1
    Contoh dalam H2O, HCl, H2SO4
Catatan Penting:
    Biloks H = -1 dalam senyawa hidrida misal NaH, LiH, CaH2
    Biloks O = -1 dalam senyawa peroksida misal H2O2
Silahkan selesaikan soal berikut ini!
Tentukan Biloks unsur yang digarisbawahi di bawah ini
1. HNO3
2. KMnO4
3. H2SO4
4. SrCO3
5. KClO2
6. NH4 +
7. CaC2O4
8. CH3OH
9. PO4 -3
10. Cu(NO3)2
11. CrCl3
12. Mn(OH)2
13. Co2(SO3)3
14. P2O5
15. CH3ONa
C. OKSIDATOR DAN REDUKTOR
    Oksidator adalah istilah untuk zat yang mengalami reduksi (biloksnya turun), sedangkan Reduktor adalah zat yang mengalami reaksi  oksidasi (biloksnya naik/bertambah).
Contoh:
Pada reaksi      2Na    + 2H2O       2NaOH   + H2
Reduktor adalah Na sebab biloksnya naik dari 0 ke +1
Oksidator adalah H2O sebab biloks H berubah dari +1 ke 0
Selesaikan soal berikut ini!
1. Tentukan termasuk oksidasi atau reduksi
    a. IO3 -   →   I2
    b. Cl2         ClO
    c. AsO3 3-     AsH3
    d.  Cr 2+        CrO4 -2
    e.  C2O4-2    CO2
2. Tentukan oksidator dan reduktor dari persamaan reaksi berikut
    a.  Sn   + SnCl4        2 SnCl2
    b.   Zn   +  2HCl       ZnCl2  + H2
    c.   2KI   + Cl2     2KCl   + I2
    d.   CO2   + 2NaOH     Na2CO3   +  H2O
    e.   MnO2  +  4HBr     MnBr2  + 2H2O  + Br2
    f.   2KMnO4 + 5H2C2O4 + 3H2SO4 K2SO4 + 2MnSO4 + 10 CO2 + 8 H2O
    g.   Fe2O3  + HCl      FeCl3  + H2O
D. TATA  NAMA  SENYAWA
    Senyawa biner adalah senyawa yang dibentuk oleh dua macam unsur, dapat terdiri ataslogam dan non logam atau keduanya non logam. Untuk senyawa yang terdiri atas logam dan non logam, maka unsur logam dituliskan terlebih dahulu diikuti dengan non logam.
    Untuk unsur-unsur logam yang mempunyai lebih dari satu macam bilangan oksidasi diberi nama berdasarkan system Stock, yaitu dengan membubuhkan angka Romawi yang sesuai dengan bilangan oksidasi unsure logam dalam tanda kurung dibelakang nama logam dan diikuti nama unsure non logam dengan akhiran ida.
Contoh:   
    FeCl2       :     besi(II)klorida
    FeCl3       :     besi(III)klorida
    Cu2O        :    tembaga(I)oksida
    CuO          :   tembaga(II)oksida
    SnCl2        :    timah(II)klorida
    SnCl4        :    timah(IV)klorida
Latihan: Tuliskan rumus senyawa berikut
    1.   besi(II)sulfida
    2.  raksa(I)klorida
    3.  timah(IV)nitrat
    4.  kobal(III)karbonat
    5.  titan(IV)oksida
    6.  raksa(II)sulfat
    7.  mangan(II)hidroksida
    8.  besi(III)fosfat
E. PENGOLAHAN  LOGAM
    Peranan unsur logam dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat dari banyaknya logam yang digunakan. Antara lain untuk membuat mesin-mesin, kendaraan, bangunan, pekakas rumah tangga, dan sebagainya. Logam yang banyak digunakan untuk kesejahteraan manusia diantaranya besi, alumunium, tembaga, perak, emas, nikel, dan timah.
    Pada umumnya pemisahan logam dari bijihnya dilakukan berdasarkan reaksi reduksi. Cara reduksi yang paling murah adalah reduksi oksida logam dengan karbon. Metoda ini cocok dilakukan untuk pengolahan besi dan timah.
    Untuk memperoleh logam dari sulfida logam, mula-mula sulfida logam dipanggang diudara untuk menghasilkan oksida logam. Kemudian oksida logam direduksi dengan karbon atau karbon monoksida. Logam-logam yang sangat reaktif seperti alumunium diperoleh dengan cara elektrolisis.
Beberapa contoh reaksi pengolahan logam:
a. Pengolahan besi:
Fe2O3       +   3 CO    2 Fe     + 3 CO2
b. Pengolahan nikel:
            2 NiO   +  C         2 Ni       + CO2
c. Pengolahan Alumunium
            Al2O3   +  C      4 Al   + 3 CO2
d. Pengolahan Timah
            SnO2   +  C     Sn   + CO2
e. Pengolahan tembaga
           2 Cu2O    + Cu2S     6 Cu   + SO2

No comments:

Post a Comment