Sunday, November 26, 2017

Pengertian, Aturan, Soal dan Pembahasan Bilangan Oksidasi

Penentuan nilai oksidasi didasarkan atas perbedaan harga keelegtronegatifannya , unsur yang lebih besar elektropositif nilai biloksnya negatif

NO
ATURAN
CONTOH
1
Bilangan oksidasi unsur bebas adalah  nol
Bilangan oksidasi atom-atom pada C,Ne,H2,O2,Cl2,P4,S8,Cu,Fe,Na adalah nol
2
Bilangan oksidasi senyawa atau molekul adalah nol
Jumlah bilangan oksidasi H2O,NH3,KMnO4,SO3,KCn adalah nol
3
Bilangan oksidasi unsur ion sesuai dengan jenis muatan ion dan jumlahnya
~ Bilangan oksidasi Na+    = +1
~ Bilangan oksidasi Mg2+ = +2
~ Bilangan oksidasi S2-       = -2
4
Bilangan oksidasi senyawa atau molekul ion adalah sesuai dengan jenis muatan dan jumlahnya
Bilangan oksidasi ;
~  NH4+ = +1
~  CO3-2 = -2
~  MnO= -1
~ SO4-3 =-3
5
Bilangan oksidasi unsur golongan utama (IA,IIA,IIIA,IVA,VA,VIA ) sesuai dengan golongannya
Bilangan oksidasi ;
IA= +1                    VA= -3
IIA= +2                  VIA= -2
IIIA= +3                VIIA= -1
IVA= -4                VIIIA= 0
6
Bilangan oksidasi unsur-unsur logam golongan transisi ,  lebih dari satu
Bilangan oksidasi ;
·   Cu = +1 dan +2
·   Fe = +2 dan +3
·   Sn = +2 dan +4
7
Bilangan oksidasi hidrogen dalam senyawanya adalah +1  kecuali dalam Hidrida, atom Hidrogen biloksnya  adalah  -1
 ~ Bilangan oksidasi dalam H2O,        NH3, dan HCL = +1
 ~ Bilangan oksidasi H dalam NaH dan CaH = -1
8
Bilangan oksidasi dalam senyawanya adalah -2  kecuali dalam peroksida (-1) dan dalam senyawa biner dengan fluor (+2)
~Bilangan oksidasi O dalam H2O  = -2
~Bilangan oksidasi O dalam H2O   dan      BaO= -1
~Bilangan oksidasi O dalam OF = +2

Soal latihan
1).Tentukan biloks unsur soal-soal dibawah ini !
O2
Fe3+
S-2
Jawab ; 1). 0
2). +3
3). -2

2).Tentukan biloks unsur yang terdapat dalam senyawa berikut ini !
Mn dalam KMnO4
N dalam NH4+
Cr dalam K2Cr2O4
Cr dalam K2Cr2O4–
S dalam H2SO4
S dalam H2SO4–
Cr dalam Cr2SO7-2
P dalam H3PO4
Al dalam Al(PO4)3
Mn dalam MnO4–
Jawab ;
keterangan ; BO = Biloks
1).  Mn dalam KMnO  ( merupakan senyawa bebas )
0 = 1×BOK+1×BOMn+4×BOO
0 = 1×(+1) +1×BOMn+4×(-2)
0 = 1×BO Mn+(-8)
0 = BOMn – 7
BOMn = + 7

2). N dalam NH4+   ( merupakan senyawa  ion )
+1 = 1×BON +4×BOH
+1 = 1×BON +4×(+1)
+1 = 1×BON +4
-3/1=BON
-3=BON

3). Cr dalam K2Cr2O (Merupakan senyawa bebas)
-1 = 1×BOK+2×BOCr+4×BOO
-1 = 1×(+1) +2×BOCr+4×(-2)
-1 = 1+2×BOCr+(-8)
-1 = 2×BOCr-7
+6/2= BOCr
+3 = BOCr

5). S dalam H2SO(Merupakan senyawa bebas)
O = 2×BOH+1×BOS+4×BOO
0 = 2×(+1) +1×BOS+4×(-2)
0 = 2+1×BOS+(-8)
0 = 1×BOS-6
+6/1 = BOS
+6 = BOS

6). S dalam H2SO4– (Merupakan senyawa ion)
-1 = 1×BOH+1×BOS+4×BOO
-1 = 1×(+1) +1×BOS+4×(-2)
-1 = 1+1×BOS+(-8)
-1 = 1×BOS-7
+6/1= BOS
+6 = BOS
7).Cr dalam Cr2SO7-2(Merupakan senyawa ion)
-2 = 2×BOCr+7×BOO
-2 = 2×BOCr+7×(-2)
-2 = 2×BOCr+(-14)
+12/2= BOCr
+6 = BOCr

8).P dalam H3PO(Merupakan senyawa bebas)
0 = 3×BOH+1×BOP+4×BOO
0 = 3×(+1) +1×BOS+4×(-2)
0 = 3+1×BOP+(-8)
0 = 1×BOP-5
+5/1= BOP
+5 = BOP
9).Al dalam Al(PO4)3(Merupakan senyawa bebas)
O = 2×BOAl+3×BOP+12×BOO
0= 2(3) +3×BOP+12(-2)
O= 6+3×BOP+(-24)
0= 3×BOP+(-18)
18/3= BOP
+6 = BOP

10).Mn dalam MnO4–(Merupakan senyawa bebas)
-1 = 1×BOMn +4×BOO
-1 = 1×BOMn+4×(-2)
-1 = 1×BOMn+(-8)
+7/1= BOMn
+7 = BOMn
Demikian saja, terimakasih banyak semoga allah menambahkan ilmu beserta kefahamannya juga buat kita semua...

Percobaan Kimia Membuat Api Berwarna Hijau

Bahan yang di perlukan :

  • Boric acid atau Asam Borat
  • Alkohol
  • Wadah Kaca/Metal
  • Pemantik
  • Sendok

Cara Kerja :

  1. Masukkan Alkohol ke dalam wadah kaca
  2. Aduk campuran selama beberapa detik
  3. Gunakan pemantik panjang untuk membakar larutan
  4. Nikmati pemandangan Api hijau yang terlihat
 Penjelasan
Saya kan menjelaskan beberapa poin yang terlihat di dalam video. Untuk masalah alkohol, Alkohol tidak harus 70%, tapi bisa juga yang 96% atau selain itu. Saya gunakan 70% karena itu lebih mudah di dapat. Sedangkan Wadah kaca digunakan karena kaca tahan panas. Jangan gunakan yang plastik karena dikhawatirkan akan rusak meleleh saat terkena api.
Pemantik panjang digunakan agar tangan lebih aman dari sambaran api. Untuk api hijau, inilah penjelasan utama dari percobaan ini.
Sebuat zat kimia ketika di panaskan hingga panas tertentu akan menghasilkan emisi tertentu. Namun untuk senyawa organik biasanya di butuhkan panas hingga 3000C agar dapat sampai tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi
Namun untuk unsur logam, tidak harus seperti itu. Hal ini berhubungan langsung dengan rumus E=hc/λ
dimana E ialah energi yang di pancarkan oleh senyawa yang di bakar , h dan c adalah konstanta tetap. dan panjang gelombang ialah dimana kita kaan menemukan warna yang sesuai dengan energi tersebut. Seperti pada gambar spektrum sinar tampak dibawah ini:
Alkohol tidak harus 70%, tapi bisa juga yang 96% atau selain itu. Saya gunakan 70% karena itu lebih mudah di dapat. Sedangkan Wadah kaca digunakan karena
Warna hijau tampak pada panjang gelombang sekitar 500nm hingga 540nm , berarti disitulah panjang gelombang energi dari percobaan api hijau yang telah kita lakukan tersebut.

Percobaan Membuat Lampu Lava (Lava Lamp) Sederhana

Percobaan Membuat Lampu Lava (Lava Lamp) Sederhana ini mungkin sebelumnya pernah kami buat juga. Namun kali ini Bisakimia kemas dengan lebih bagus lagi, mulai dari kualitas kamera, peralatan serta bahan yang digunakan. langsung saja kita ulas video di atas ya !
Alat dan Bahan :
  • Air
  • Tablet Effervescent
  • Minyak
  • Air
  • Pewarna (tambahan)
  • Botol
Cara membuatnya :
  1. masukkan air dan minyak ke dalam botol (komposisi minyak lebih banyak, sekitar 75%)
  2. Tambahkan pewarna makanan (larut air) sekitar 5 tetes cukup
  3. Potong potong kecil tablet effervescent , kemudian masukkan satu
  4. Lihat bagaimana reaksinya. jika ingin lebih bagus lagi letakkan lampu di bawahnya dan di bawa di tempat gelap. sekaligus masukkan beberapa potong tablet effervescent
Pembahasan :
Pertama kita memasukkan air dan minyak dengan komposisi minyak lebih banyak dengan tujuan agar nantinya reaksi akan terlihat lebih indah karena air akan terlempar ke atas melalui minyak. Minyak dan air tidak bisa bersatu dengan sendirinya karena air bersifat polar sedangkan minyak bersifat non polar. kemudian kenapa di gunakan pewarna larut air, karena pewarna tersebut hanya akan memberi warna kepada air saja, tidak kepada minyak. Digunakan tablet effervercent karena tablet tersebut akan larut dalam air dan melepaskan gas CO2 . Karena inilah saat tablet dimasukkan , banyak air yang terikut ke atas juga.
Mudah bukan untuk di coba Percobaan Membuat Lampu Lava (Lava Lamp) Sederhana ini. Jika ada pertanyaan silahkan berkomentar

Percobaan Kimia Membuat Peniup Balon Otomatis



Kali ini bisakimia membuat percobaan yang mudah dan cukup menarik, yaitu Percobaan Kimia Membuat Peniup Balon Otomatis. Percobaan ini merupakan percobaan kimia klasik yang dimodifikasi sehingga menjadi lebih menarik. Apa itu percobaan kimia “klasik” ? Maksudnya ialah percobaan yang sangat sederhana yang sudah banyak di lakukan sejak dahulu. Nanti akan di bahas di pembahasan. Sekarang mari langsung kita ulas video di atas

Bahan yang di perlukan :

  1. Cuka
  2. Botol (Bisa juga jerigen)
  3. Balon
  4. Soda kue

Cara Kerja :

  1. Masukkan soda kue ke dalam balon hingga balon cukup penuh
  2. Masukkan cuka ke dalam botol secukupnya saja, jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit
  3. Masukkan mulut botol ke mulut balon, hati hati jangan sampai ada soda kue yang jatuh dan masuk ke dalam cuka
  4. Berdirikan balon atau tarik ujung balon ke atas sehingga soda kue akan jatuh ke dalam botol dan bereaksi dengan cuka
  5. Lihat reaksinya, balon akan mengembang besaar seperti telah ditiup dengan peniup balon otomatis

Pembahasan

Masing masing bahan di tempatkan di wadah yang berbeda karena jika tercampur maka akan langsung bereaksi. Cuka di masukkan ke dalam botol secukupnya agar nantinya gas yang di hasilkan dalam reaksi tidak terlalu besar atau terlalu sedikit. Jika terlalu besar, nanti balon akan meledak atau terlepas dari botol. Sedangkan jika terlalu sedikit, percobaan menjadi kurang menarik bahkan terlihat gagal.
Lalu ini dia percobaan kimia klasik yang di maksud, yaitu saat soda kue atau baking soda di campurkan dengan cuka atau asam asetat. Akan terjadi reaksi seperti di bawah ini :
CH3COOH + NaHCO3 ==> CH3COONa + CO2 + H2O
Percobaan ini sudah banyak di lakukan di berbagai media, misalnya saja di percobaan membuat gunung berapi dan sebagainya. Gas CO2 pada hasil percobaan ini yang akan membuat balon menjadi mengembang.
Demikian kira kira penjelasan mengenai Percobaan Kimia Membuat Peniup Balon Otomatis .

Saturday, November 25, 2017

Dasar-Dasar Teknologi Pengolahan Limbah Cair


Industri primerpengolahan hasilhutan merupakansalah satupenyumbang limbahcair yang berbahayabagi lingkungan.Bagi industri-industribesarseperti industripulp dan kertas,teknologipengolahan limbahcair yangdihasilkannyamungkin sudahmemadainamuntidak demikian bagiindustri kecil atausedang. Namundemikianmengingatpenting dan besarnyadampak yangditimbulkan limbahcair bagi lingkungan,penting bagi sektorindustri kehutananuntuk memahamidasar-dasar teknologipengolahan limbahcair.
Teknologipengolahan airlimbah adalah kuncidalam memeliharakelestarian lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbahdomestik maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dandipelihara oleh masyarakat setempat. Jadi teknologi pengolahan yang dipilihharus sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan.
Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahanpolutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini. Teknik-teknikpengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umumterbagi menjadi 3 metode pengolahan:
1. pengolahan secara fisika
2. pengolahan secara kimia
3. pengolahan secara biologi
Untuk suatu jenis air buangan tertentuketiga metode pengolahan tersebutdapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi.
Pengolahan Secara Fisika
Pada umumnyasebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap airbuangandiinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan yangmudah mengendap atau bahan-bahan yang terapung disisihkan terlebihdahulu. Penyaringan (screeningmerupakan cara yang efisien dan murahuntuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besarBahantersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan proses pengendapan. Parameter desain yang utama untuk prosespengendapan ini adalah kecepatan mengendap partikel dan waktu detensihidrolis di dalam bak pengendap
Pemisahan Cair - Padatan
  • Penapisan
  • Presipitasi
  • Filtrasi
  • Flotasi
  • Filtrasi
  • Filter membran
  • Filtrasi lambat
  • Filtrasi cepat
  • Tipe bertekanan
  • Tipe gravitasi
  • Mikro filter
  • Ultra filter
  • Reverse osmosis
  • Dialisis elektris
  • Filtrasi precoat
  • Klarifier
  • Tipe resirkulasi berlumpur
  • Tipe pallet selimut lumpur
  • Tipe selimut lumpur
  • Tipe konvensional
  • Pemekatan
  • Dewatering
  • Filter vacuum rotasi
  • Filter tekan/press
  • Belt press
  • Contrifugasi
  • Presipitasi sentrifugasi
  • Dehidrasi sentrifugasi
Proses flotasi banyak digunakan untuk menyisihkan bahan-bahan yangmengapung seperti minyak dan lemak agar tidak mengganggu prosespengolahan berikutnyaFlotasi juga dapat digunakan sebagai carapenyisihan bahan-bahan tersuspensi (clarificationatau pemekatan lumpurendapan (sludge thickeningdengan memberikan aliran udara ke atas (air flotation).
Proses filtrasi di dalam pengolahan air buanganbiasanya dilakukan untukmendahului proses adsorbsi atau proses reverse osmosis-nyaakandilaksanakan untuk menyisihkan sebanyak mungkin partikel tersuspensi daridalam air agar tidak mengganggu proses adsorbsi atau menyumbat membranyang dipergunakan dalam proses osmosa.
Proses adsorbsibiasanya dengan karbon aktifdilakukan untuk menyisihkansenyawa aromatik (misalnyafenoldan senyawa organik terlarut lainnya,terutama jika diinginkan untuk menggunakan kembali air buangan tersebut.
Teknologi membran (reverse osmosisbiasanya diaplikasikan untuk unit-unit pengolahan kecilterutama jika pengolahan ditujukan untukmenggunakan kembali air yang diolah. Biaya instalasi dan operasinya sangatmahal.
Pengolahan Secara Kimia
Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untukmenghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid),logam-logam beratsenyawa fosfordan zat organik beracundenganmembubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Penyisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebutyaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan(flokulasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksidanjuga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi. 
Pengolahan Kimia - Fisik
  • Netralisasi
  • Penukar ion
  • Koagulasi & Flokulasi
  • Alumina aktif
  • Karbon aktif
  • Adsorbsi
  • Oksidasi dan/atau Reduksi
  • Aerasi
  • Ozonisasi
  • Elektrolisis
  • Oksidasi kimia/reduksi
  • UV
  • Resin penukar anion
  • Resin penukar kation
  • Resin penukar anion
  • Zeolite
Pengendapan bahan tersuspensi yang tak mudah larut dilakukan denganmembubuhkan elektrolit yang mempunyai muatan yang berlawanan denganmuatan koloidnya agar terjadi netralisasi muatan koloid tersebutsehinggaakhirnya dapat diendapkan. Penyisihan logam berat dan senyawa fosfordilakukan dengan membubuhkan larutan alkali (air kapur misalnya)sehingga terbentuk endapan hidroksida logam-logam tersebut atau endapanhidroksiapatit. Endapan logam tersebut akan lebih stabil jika pH air > 10,5dan untuk hidroksiapatit pada pH > 9,5. Khusus untuk krom heksavalen,sebelum diendapkan sebagai krom hidroksida [Cr(OH)3], terlebih dahuludireduksi menjadi krom trivalent dengan membubuhkan reduktor (FeSO4, SO2atau Na2S2O5).

Penyisihan bahan-bahan organik beracun seperti fenol dan sianida padakonsentrasi rendah dapat dilakukan dengan mengoksidasinya dengan klor(Cl2), kalsium permanganataerasiozon hidrogen peroksida.
Pada dasarnya kita dapat memperoleh efisiensi tinggi dengan pengolahansecara kimiaakan tetapi biaya pengolahan menjadi mahal karenamemerlukan bahan kimia.
Pengolahan secara biologi
Semua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi. Sebagaipengolahan sekunderpengolahan secara biologi dipandang sebagaipengolahan yang paling murah dan efisien. Dalam beberapa dasawarsa telahberkembang berbagai metode pengolahan biologi dengan segalamodifikasinya.
Pada dasarnyareaktor pengolahan secara biologi dapat dibedakan atas duajenisyaitu:
1. Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth reaktor);
2. Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reaktor).
Di dalam reaktor pertumbuhan tersuspensimikroorganisme tumbuh danberkembang dalam keadaan tersuspensi. Proses lumpur aktif yang banyakdikenal berlangsung dalam reaktor jenis iniProses lumpur aktif terusberkembang dengan berbagai modifikasinyaantara lain: oxidation ditch dankontak-stabilisasiDibandingkan dengan proses lumpur aktif konvensional,oxidation ditch mempunyai beberapa kelebihanyaitu efisiensi penurunanBOD dapat mencapai 85%-90% (dibandingkan 80%-85%) dan lumpur yangdihasilkan lebih sedikitSelain efisiensi yang lebih tinggi (90%-95%),kontak stabilisasi mempunyai kelebihan yang lain, yaitu waktu detensihidrolis total lebih pendek (4-6 jam). Proses kontak-stabilisasi dapat pulamenyisihkan BOD tersuspensi melalui proses absorbsi di dalam tangkikontak sehingga tidak diperlukan penyisihan BOD tersuspensi denganpengolahan pendahuluan.
Kolam oksidasi dan lagoonbaik yang diaerasi maupun yang tidakjugatermasuk dalam jenis reaktor pertumbuhan tersuspensi. Untuk iklim tropisseperti Indonesiawaktu detensi hidrolis selama 12-18 hari di dalam kolamoksidasi maupun dalam lagoon yang tidak diaerasicukup untuk mencapaikualitas efluen yang dapat memenuhi standar yang ditetapkan. Di dalamlagoon yang diaerasi cukup dengan waktu detensi 3-5 hari saja.
Di dalam reaktor pertumbuhan lekatmikroorganisme tumbuh di atas mediapendukung dengan membentuk lapisan film untuk melekatkan dirinya.Berbagai modifikasi telah banyak dikembangkan selama iniantara lain:
1. trickling filter
2. cakram biologi
3. filter terendam
4. reaktor fludisasi
Seluruh modifikasi ini dapat menghasilkan efisiensi penurunan BOD sekitar80%-90%.
Ditinjau dari segi lingkungan dimana berlangsung proses penguraian secarabiologiproses ini dapat dibedakan menjadi dua jenis:
1. Proses aerob, yang berlangsung dengan hadirnya oksigen;
2. Proses anaerob, yang berlangsung tanpa adanya oksigen.
Apabila BOD air buangan tidak melebihi 400 mg/l, proses aerob masihdapat dianggap lebih ekonomis dari anaerob. Pada BOD lebih tinggi dari4000 mg/l, proses anaerob menjadi lebih ekonomis
Pengolahan Biologi
  • Pengolahan aerob
  • Anaerobic treatment
  • Pencerna anaerobi
  • Proses UASB
  • Proses lumpur aktif
  • Aerasi
  • Saluran oksidasi
  • Proses bebas bulki
  • Metode standar
  • Proses nitrifikasi dan denitrifikasi
  • Pengolahan film biologi
  • Lagoon
  • Cakram biologi
  • Proses filter biologi diaerasi
  • Aerasi kontak
  • Filter trikling
  • Proses media unggun biologi