Tuesday, August 7, 2018

MATERI KELAS X SEMESTER 2 HUKUM DASAR KIMIA



1. Hukum Kekekalan Massa (Lavoiser)
 Massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama.
2. Hukum Perbandingan Tetap (Proust)
 Perbandingan massa unsur-unsur pembentuk senyawa selalu tetap.
3. Hukum Perbandingan Berganda (Dalton)
 Jika  dua  unsur  atau  lebih dapat membentuk lebih dari satu senyawa, dan jika  massa  salah  satu  senyawa sama, maka  massa unsur  yang lainnya merupakan perbandingan bilangan bulat dan sederhana.
4. Hukum Perbandingan Volum (Gay Lussac)
 Bila  diukur  pada  suhu  dan  tekanan  sama, gas-gas  yang  terlibat reaksi      merupakan perbandingan bulat dan sederhana.
5. Hipotesis Avogadro
 Pada   suhu  dan   tekanan  sama,  gas-gas  yang   bervolume  sama  akan memiliki jumlah partikel yang sama.

MATERI KIMIA SMA KELAS X SEMESTER 2 REAKSI REDUKSI DAN OKSIDASI


Di alam, reaksi kimia ada yang tergolong reaksi redoks dan bukan redoks, bagaimana cara membedakannya, di Bab ini akan dibahas  secara jelas. Contoh oksidasi misalnya perubahan warna pada irisan buah apel, pisang atau kentang yang menjadi cokelat. Proses perkaratan besi, fotosintesis, reaksi-reaksi pembakaran  juga termasuk reaksi redoks. 

A. Perkembangan Definisi

Reaksi redoks mengalami perkembangan definisi, yaitu :

    1. Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Oksigen 
        Oksidasi = Reaksi pengikatan oksigen.
        Reduksi = Reaksi pelepasan oksigen.

    2. Berdasarkan Pelepasan dan Pengikatan Elektron 

        Oksidasi = Reaksi pelepasan elektron.
        Reduksi = Reaksi penangkapan elektron.

    3. Berdasarkan Kenaikan dan Penurunan Bilangan Oksidasi (Biloks)

        Oksidasi = Reaksi peningkatan biloks.
        Reduksi = Reaksi penurunan biloks.

B. Bilangan Oksidasi
 Bilangan Oksidasi menyatakan banyaknya elektron yang digunakan suatu atom untuk berikatan dengan atom lain.
Aturan Penentuan Biloks:
1. Biloks unsur atau molekul unsur = 0.
2. Biloks F dalam senyawanya selalu -1.
3. Biloks logam selalu positif.
    Golongan IA = +1 (Li, Na, K, Rb, Cs)
    Golongan IIA = +2 (Be, Mg, Ca, Sr, Ba)
    Golongan IIIA = +3 (B, Al, Ga)
    Fe  = +2, +3
    Cu  = +1, +2
    Ag  = +1
4. Biloks H dalam senyawa umumnya +1.
5. Biloks O dalam senyawa umumnya -2.
6. Biloks ion monoatomik = muatannya.

MATERI KIMIA KELAS XII SEMESTER 1 PENYETARAAN REAKSI REDOKS




Materi prasyarat : Reaksi Reduksi dan Oksidasi
Suatu reaksi disebut setara ketika jumlah atom-atom dan jumlah muatan di ruas kiri dan kanan sama. Oleh karena itu tugas yang harus dilakukan adalah menyetarakan jumlah atom-atom dan muatan di kedua ruas.

Reaksi kimia di kelas X sangat mudah disetarakan, cukup dengan coba-coba menebak. Tapi akan sulit untuk reaksi redoks yang rumit dan panjang. Oleh karena itu, perlu ada cara khusus untuk menyetarakannya.

Ada dua metode penyetaraan, pertama cara Perubahan Bilangan Oksidasi (PBO), kedua cara Setengah Reaksi.

1. Metode Perubahan Bilangan Oksidasi

    a. Reaksi Ion Bersih

     Langkah-langkah :
  1. Tentukan atom-atom yang biloknya berubah, setarakan jumlahnya.
  2. Setarakan selisih perubahan biloks dengan cara kali silang, pengali menjadi koefisien.
  3. Setarakan muatan, tambah ioh H+ (suasana asam) dan tambah ion OH- (suasana basa).
  4. Setarakan atom H, tambahkan H2O.

        b. Reaksi Lengkap

         Langkah-langkah :
    1. Tentukan atom-atom yang biloknya berubah, setarakan jumlahnya.
    2. Setarakan selisih perubahan biloks dengan cara kali silang, pengali menjadi koefisien.
    3. Setarakan atom-atom lain dengan urutan KAHO (kation, anion, hidrogen dan oksigen).
             Video: Contoh soal ke-1

    2. Metode Setengah Reaksi

         Langkah-langkah :
    1. Pisahkan kedua setengah reaksi redoks, setarakan jumlah atom yang biloknya berubah.
    2. Setarakan atom O, tambah ioh H2O (suasana asam) pada yang kekurangan oksigen, jika suasana basa tambahkan H2O pada yang kelebihan.
    3. Setarakan atom H, tambahkan H+(suasana asam). Tambah OHjika suasana basa.
    4. Setarakan muatan, tambahkan elektron.
    5. Setarakan jumlah elektron pada kedua setengah reaksi dengan cara dikali silang.
    6. Pengali dijadikan koefisien, dan kedua reaksi digabungkan.

    MATERI KIMIA KELAS XII SEMESTER 1 SEL ELEKTROKIMIA



    Elektrokimia merupakan cabang ilmu kimia yang membahas hubungan reaksi redoks dengan energi listrik. Keduanya berlangsung dalam sebuah alat yang disebut sel elektrokimia. 

    Sel Elektrokimia terbagi menjadi dua jenis, yaitu sel volta/galvani dan sel elektrolisis. Sel volta mengubah energi kimia menjadi energi listrik sedangkan sel elektrolisis mengubah energi listrik menjadi energi kimia.
    Tabel perbandingan sel volta dan sel elektrolisis
    1. Sel Volta

     a. Reaksi Redoks Spontan
     Reaksi redoks spontan adalah reaksi redoks yang terjadi dengan sendirinya.
    Misalnya apabila logam seng dicelupkan ke dalam larutan tembaga(II)sulfat, CuSO4. Lihat gambar berikut,


    Logam seng (Zn) akan larut dengan melepas elektron membentuk ion seng (Zn2+), sementara ion tembaga (Cu2+) menangkap elektron dari logam seng dan membentuk endapan tembaga (Cu). Dalam reaksi tersebut terjadi transfer elektron secara langsung dari logam Zn ke ion Cu2+Reaksi yang terjadi, 

    Zn Cu2+ → Zn2+Cu
    b. Rangkaian Sel Volta

    Transfer elektron secara langsung pada reaksi di atas tidak akan menghasilkan arus listrik, oleh karena itu Luigi Galvani dan Alessandro Guiseppe Volta menemukan cara untuk menghasilkan arus listrik yaitu memisahkan logam Zn dan ion Cu2+ di wadah yang berbeda dalam suatu rangkaian yang disebut sel volta.

    Rangkaian Sel volta
    Pada rangkaian sel volta di atas, logam Zn dicelupkan ke dalam larutan ZnSOdan logam Cu dicelupkan ke dalam larutan CuSO4,  kemudian dihubungkan dengan voltmeter melalui kabel penghantar listrik, selanjutnya diberi jembatan garam.

    Setelah rangkaian terhubung dengan baik, lempengan logam Zn teroksidasi menjadi ion Zn2+ yang akan larut di dalam larutan ZnSO4 dan melepas elektron. 

    Zn  Zn2+2e

    Elektron yang dilepas akan mengalir melalui kabel listrik melewati voltmeter menuju lempengan logam Cu. Kemudian elektron tersebut akan ditangkap oleh ion Cu2+ yang berasal dari larutan CuSOmembentuk endapan Cu.

     Cu2+ 2e → Cu 
     Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sedangkan aliran arus sebaliknya mengalir dari katoda ke anoda.
    Faktanya tanpa jembatan garam, elektron tidak mengalir. Hal ini karena terjadinya kelebihan muatan pada kedua wadah yang berisi larutan ZnSOdan larutan CuSO4. Di wadah pertama yang berisi larutan ZnSOakan mengalami kelebihan muatan positif karena terbentuk ion Zn2+ hasil reaksi oksidasi logam Zn, sementara di wadah kedua akan mengalami kelebihan muatan negatif SO42-karena ion Cu2+ jumlahnya berkurang.

    Jembatan garam berfungsi untuk menetralkan kelebihan muatan pada kedua larutan tersebut, ion Naakan bergerak menuju larutan CuSOuntuk menetralkan kelebihan muatan negatif dan ion SO42- bergerak menuju larutan ZnSO yang kelebihan muatan positif.

    Lempengan logam Zn dan Cu disebut elektroda, elektroda tempat terjadinya reaksi oksidasi disebut anoda sedangkan elektroda tempat terjadinya reaksi reduksi disebutkatoda. Logam yang bertindak sebagai anoda pada sel volta di atas adalah Zn, sementara Cu bertindak sebagai katoda. Anoda dalam sel volta disebut juga elektroda negatif dan katoda sebagai elektroda positif.

    c. Diagram Sel Volta


    Reaksi yang terjadi di kedua elektroda dapat dinyatakan dengan diagram sel atau notasi sel. Reaksi oksidasi ditulis di sebelah kiri sedangkan reduksi di sebelah kiri.

    Sehigga reaksi sel volta di atas dapat ditulis :  Zn I Zn2+ II Cu2+I Cu
    Dua garis sejajar menyatakan jembatan garam.

        a. Deret Volta
        
        b. Potensial Elektroda
        c. Potensial Sel

    2. Sel Elektrolisis

    a. Kaedah Elektrolisis



    b. Aspek Kuantitatif Elektrolisis

            Hukum Faraday I
     Massa zat yang dihasilkan pada elektrolisis berbanding lurus dengan muatan listrik yang dialirkan.
            Hukum Faraday II
     Massa zat-zat yang dihasilkan oleh muatan listrik yang sama sebanding dengan berat ekivalen dari zat-zat tersebut.