Tuesday, June 13, 2017

Buku Guru dan Siswa SMA Kurikulum 2013


Donwload Bahan Ajar (Buku Guru dan Buku Siswa) Kurikulum 2013 :
 1. BAHASA INDONESIA KELAS 10
 2. BAHASA INDONESIA KELAS 11
 3. BAHASA INGGRIS KELAS 10
 4. BAHASA INGGRIS KELAS 11
 5. MATEMATIKA KELAS 10
6. MATEMATIKA KELAS 11
7. PENJAS KELAS 10
8. PENJAS KELAS 11
9. PPKn KELAS 10
10. PPKn KELAS 11
11. PRAKARYA KELAS 10
12. PRAKARYA KELAS 11
13. SEJARAH KELAS 10
14. SEJARAH KELAS 11
15. SENI BUDAYA KELAS 10
16. SENI BUDAYA KELAS 11

Download Buku Guru dan Buku Siswa Mapel PAI dan Bahasa Arab Kurikulum 2013 untuk Madrasah Ibtidaiyah



Buku Pegangan Guru Dan Buku Siswa Madrasah Ibtidaiyah Kurikulum 2013 pada tautan dibawah ini. Buku Pegangan Guru Mapel PAI Dan Bahasa Arab Kurikulum 2013 Untuk MI Kelas 1 :

Buku Pegangan Siswa Mapel PAI Dan Bahasa Arab Kurikulum 2013 Untuk MI Kelas 1 :

Buku Pegangan Guru Mapel PAI Dan Bahasa Arab Kurikulum 2013 Untuk MI Kelas 4 :
Buku Pegangan Siswa Mapel PAI Dan Bahasa Arab Kurikulum 2013 Untuk MI Kelas 4 :
Demikian info mengenai Buku Pegangan Guru Dan Buku Siswa Mapel PAI Dan Bahasa Arab Kurikulum 2013 Untuk Madrasah Ibtidaiyah, semoga ada manfaatnya.(Abdi Madrasah)

BUKU KURIKULUM 2013 MADRASAH TSANAWIYAH (MTs)


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Berikut kami membagikan buku Madrasah Tsanawiyah (MTsN) Kurikulum 2013,  silahkan download buku kurikulum 2013 (mapel agama) berikut sebagai pegangan sementara :

No
Pelajaran

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Demikian beberapa buku MI kurikulum 2013 yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat.

Download Buku Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kurikulum 2013

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...


Berikut kami membagikan buku MI Kurikulum 2013, sambil menunggu distribusi buku, silahkan download buku kurikulum 2013 (mapel agama) berikut sebagai pegangan sementara :


No
Pelajaran

1
2
3
4
5
6
7
8

Demikian beberapa buku MI kurikulum 2013 yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat.

Monday, June 12, 2017

Pembahasan Soal–soal Pengendapan Selektif (Kelarutan dan Ksp)

Berikut ini adalah soal-soal kelarutan dan Ksp yang diterapkan untuk pengendapan selektif dari ion-ion yang sukar larut. 

Soal-1: Ksp BaSO4 1,1 × 10–10 dan Ksp BaSeO4 2,8 × 10–11. Larutan BaCl1,0 M ditambahkan secara perlahan ke dalam larutan Na2SO1,0 × 10–4 M dan larutan Na2SeO1,0 x 10–4 M. Berapa persentase perkiraan suatu anion telah diendapkan pada saat anion kedua baru mulai mengendap? (Anggap penambahan larutan BaCl2 tidak mengubah volume larutan secara keseluruhan.) 

Pembahasan: 

Reaksi peruraian kedua zat: 
BaSO4 ⟶ Ba2+ + SO42– 
BaSeO4 ⟶ Ba2+ + SeO42–

Karena keduanya terionisasi dengan jumlah ion yang sama, kita dapat membandingkan nilai Kspsecara langsung untuk melihat mana yang lebih mudah larut. Karena Ksp BaSO4 > Ksp BaSeO4maka BaSO4 akan mudah larut dengan kata lain ia akan membentuk endapan belakangan.

Berapakah [Ba2+] ketika BaSO4 mulai mengendap dan [SO42–] = 1,0 × 10–4 

Suatu larutan akan mulai membentuk endapan jika nilai Ksp = HKKI (hasil kali kelarutan ion–ion)

Ksp BaSO4 = [Ba2+] [SO42–
1,1 × 10–10 = [Ba2+] [1,0 × 10–4
[Ba2+] = 1,1 × 10–6 M

Dengan [Ba2+] tersebut ia mulai membentuk endapan, ketika itu pula BaSeO4 sudah mengendap karena BaSeOmengendap lebih dulu (harapannya BaSeOtelah mengendap seluruhnya) maka [SeO42–] dapat dihitung: 
Ksp BaSeO4 = [Ba2+] [SeO42–
2,8 × 10–11 = [1,1 × 10–6] [SeO42–
[SeO42–] = 2,54 × 10–5 M 

Ini adalah konsentrasi SeO42– yang masih ada dalam larutan.

Jadi persentasenya SeO42– yang masih tersisa dalam larutan (2,54 × 10–5 M / 1,0 × 10–4 M) × 100% = 25% . Jadi jumlah ion selenat yang telah mengendap (dalam bentuk BaSeO4) sebanyak 75%.


Soal-2: HKKI PbSO4 adalah 6,3 × 10–7 dan HKKI SrSO4 adalah 3,2 × 10–7. Berapakah konsentrasi dari [SO42–], [Pb2+], dan [Sr2+] dalam larutan pada kesetimbangan dengan kedua zat tersebut? 

Pembahasan: 

Reaksi peruraian kedua zat: 
PbSO4 ⟶ Pb2+ + SO42– 
SrSO4 ⟶ Sr2+ + SO42– 

Karena keduanya terionisasi dengan jumlah ion yang sama, kita dapat membandingkan nilai Kspuntuk melihat mana yang lebih mudah larut. 

PbSO4 lebih mudah larut. Konsentrasi kelarutan maksimum untuk ion–ion PbSO4
6,3 × 10–7 = [Pb2+] [SO42–
[Pb2+] = [SO42–] = 7,937 × 10–4 M

Berapakah [Sr2+] ketika [SO42–] = 7,937 × 10–4 M? 
3,2 x 10–7 = [Sr2+] (7,937 × 10–4
[Sr2+] = 4,0 × 10–4 M

Ingat pada keadaan setimbang maka ion yang sama akan memiliki konsentrasi yang sama pula. Jadi [SO42–] dalam PbSO4 sama dengan [SO42–] dalam SrSO4.


Soal-3: Larutan ion Ni2+ dan Cu2+ masing–masing memiliki konsentrasi 0,10 M dipisahkan menggunakan pengendapan selektif dengan penambahan Na2CO3 padat. Anggap tidak ada perubahan volume saat penambahan ini, berapa persentase ion pertama diendapkan saat ion kedua mulai mengendap

Pembahasan: 

Reaksi peruraian kedua zat: 
NiCO3 ⟶ Ni2+ + CO32– 
CuCO4 ⟶ Cu2+ + CO32– 

Karena keduanya terionisasi dengan jumlah ion yang sama, kita dapat membandingkan nilai Ksp–nya untuk melihat mana yang lebih mudah larut. 

Nilai Ksp NiCO3 dan CuCO3, pada daftar Ksp diketahui: 
NiCO3 ⟶ 1,4 × 10–7 
CuCO3 ⟶ 2,5 × 10–10

Yah Ksp yang lebih besar adalah NiCO3 berarti NiCO3 ini lebih mudah larut maka ia akan mengendap belakangan, setelah CuCO3 mengendap lebih dulu. Ketika CuCO3 telah mengendap maka NiCO3 baru akan mengendap. Ion yang sama pada kedua senyawa ini adalah CO32– , konsentrasi ion ini yang kita hitung lebih dulu. 

Ksp = [Ni2+] [CO32–
1,4 × 10–7 = (0,10) [CO32–]
[CO32–] = 1,4 × 10–6 M 

Ini adalah molaritas karbonat ketika NiCO3 (lebih mudah larut) siap akan mengendap.

Hitung konsentrasi ion Cu2+ masih dalam larutan pada saat konsentrasi karbonat 1,4 × 10–6 M 

Ksp = [Cu2+] [CO32–
2,5 × 10–10 = [Cu2+] (1,4 × 10–6
[Cu2+] = 1,786 × 10–4 M

Berapa persen ion Cu2+ masih dalam larutan pada saat NiCO3 mulai memngendap? 
(1,786 × 10–4 M / 0,10 M) × 100% = 0,1786% ~ 0,18%

Soal-4: 0,207 M NaBr dan 0,0870 M NaCl dicampur untuk direaksikan dengan AgNO3, Hitung % ion bromida yang ada ketika ion klorida mulai mengendap. Ksp AgCl 1,77 × 10–10; Ksp AgBr 5,35 × 10–13 

Pembahasan: 

Reaksi peruraian kedua zat: 
AgCl ⟶ Ag+ + Cl 
AgBr ⟶ Ag+ + Br 

Karena keduanya terionisasi dengan jumlah ion yang sama, kita dapat membandingkan nilai Ksp–nya untuk melihat mana yang lebih mudah larut. 

Hitung konsentrasi ion perak ketika AgCl (yang lebih mudah larut) yang akan mengendap belakangan: 
Ksp AgCl = [Ag+][Cl]
1,77 × 10–10 = [Ag+] (0,0870) 
[Ag+] = 2,0345 × 10–9 M

Hitung konsentrasi ion bromida menggunakan konsentrasi ion perak di atas: 
Ksp AgCl = [Ag+][Br]
5,35 × 10–13 = (2,0345 × 10–9) [Br]
[Br] = 2,63 × 10–4 M

Hitung persen ion bromida menggunakan hasil terakhir: 

(2,63 × 10–4 / 0,207) × 100% = 0,127%

Soal-5: Na3PO4 ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung 0,01 M Al(NO3)3 dan 0,02 M CaCl2. Konsentrasi ion pertama untuk mengendap (baik Al3+ atau Ca2+) berkurang karena membentuk endapannya. Berapa konsentrasi ion ini ketika ion kedua mulai mengendap? Diketahui Ksp AlPO4 = 9,8 × 10–22 dan Ksp Ca3(PO4)2 = 2,0 × 10–29

Pembahasan: 

Walaupun AlPO4 dengan Ksp lebih besar ia tidak lebih mudah larut, kita bisa bandingkan setelah kita menghitung kelarutannya masing-masing: 
AlPO4 ⟶ Al3+ + PO43– 
Ksp = [Al3+] [PO43–
9,8 × 10–22 = (x)(x) 
x = 3,13 × 10–11 mol/L

Ca3(PO4)2 ⟶ 3Ca2+ + 2PO43–
Ksp = [Ca2+]3 [PO43–]2 
2,0 × 10–29 = (3x)3(2x)2 
x = 7,137 × 10–7 mol/L 

Tampak bahwa kelarutan Ca3(PO4)2 > kelarutan AlPO4, maka yang lebih mudah larutan adalah Ca3(PO4)2.

Hitung konsentrasi ion fosfat ketika Ca3(PO4)2 pertama mulai mengendap: 
Ksp = [Ca2+]3 [PO43–]2 
2,0 x 10–29 = (0,021)3 [PO43–]2 
[PO43–] = 1,47 × 10–12 mol/L

Berikutnya adalah menghitung konsentrasi ion aluminum saat Ca3(PO4)2 mulai mengendap: 
Ksp = [Al3+] [PO43–
9,8 × 10–22 = [Al3+] (1,47 × 10–12
[Al3+] = 6,7 × 10–10 mol/L


Soal-6: Larutan encer AgNO3 ditambahkan secara perlahan dan terus menerus ke larutan kedua yang mengandung Cl dan CrO42–. Jika CrO42– dengan konsentrasi 0,010 M ketika pertama endapan Ag2CrO4 mulai terbentuk, berapa konsentrasi ion Cl pada saat itu? (Ksp AgCl 1,77 × 10–10; Ksp Ag2CrO1,12 × 10–12

Pembahasan: 

Hitung konsentrasi ion perak yang diperlukan untuk mengendapkan Ag2CrO4
Ksp = [Ag+]2 [CrO42–
1,12 × 10–12 = [Ag+]2 (0,01) 
[Ag+] = 1,0583 × 10–5 M

Hitung konsentrasi ion klorida pada saat konsentrasi ion perak sama dengan ion Ag+ di atas : 
Ksp = [Ag+] [Cl
1,77 × 10–10 = (1,0583 × 10–5) [Cl
[Cl] = 1,67 × 10–5 M