Wednesday, November 30, 2016

Trik Menghitung Titik Didih Larutan JIka Terdapat 2 Larutan Berbeda Pada Koligatif larutan

Contoh Soal
Sebanyak 3 gram urea Mr 60 dilarutkan dalam 200 gram air, kemudian dicampurkan dengan 5,85
gram NaCl Mr 58,5 dalam 300 gram air, Kb air 0,52 , maka larutan tersebut akan mendidih pada
suhu....
A.     100,16
B.     100,26
C.     100,36
D.     100,46
E.   100,56


Tips dan Trik

Trik menghitung titik didih

Semoga Bermanfaat

Trik Mencari ΔH Reaksi Jika Soal Berupa Diagram Siklus

Mencari ΔH Jika Soal Berupa Diagram Siklus dengan sangat mudah

Contoh Soal
Perhatikan diagram siklus berikut ini


Trik Termokimia Mencari ΔH Jika Soal Berupa Diagram Siklus  1
Dari diagram diatas , harga  ΔH3 adalah
A.    – 197 kj
B.    + 197 kj
C.   – 1383 kj
D.   + 1383 kj
E.  – 1970 kj


Trik Termokimia Mencari ΔH Jika Soal Berupa Diagram Siklus  2

semoga dapat bermanfaat  bagi semua ....

Monday, November 28, 2016

Menghitung Titik Didih Larutan

Contoh Soal
Sebanyak 4 gram NaOH Mr 40 dilarutkan dalam 750 gram air. Jika derajat ionisasi larutan NaOH 75% dan Kf air 1,86, maka penurunan titik beku larutan NaOH adalah....
A.     - 0,45  0C
B.     – 0,25  0C
C.     0,25  0C
D.     0,45  0C
E.     0,75  0C


Tips & Trik
Menghitung Titik didih


Contoh Soal
Sebanyak 45 gram senyawa dengan rumus molekul (H2CO)x dilarutkan dalam 500 gram air ( Kf = 1,86 der/m) . jika titik beku senyawa ini – 0,93 0C dan Ar C = 12 H = 1 O = 16 maka harga x adalah...
A.     12
B.     10
C.     8
D.     6
E.     4

Trik

Menghitung Titik Didih Larutan

Semoga Bermanfaat

Cara Mudah Menentukan Menentukan Reaksi Elektrolisis

Contoh Soal
Tuliskan Reaksi Elektrolisis larutan dengan elektroda C
1.    Larutan MgCl2
2.   Leburan/Lelehan MgCl2


Trik

Cara Mudah Menentukan Menentukan Reaksi Elektrolisis


Catatan: 
Reaksi pada Katoda
Jika yang menuju katoda adalah ion posistif golongan IA, IIA, Al, dan Mn maka berlaku
Bila berupa larutan:
Ion-ion ini tidak tereduksi, yang tereduksi adalah pelarutnya, air/H2O karena E0 reduksi lebih besar: reaksi sbb:
2H2O  + 2e  →  2OH- + H2
Bila berupa leburan
Ion tersebut yang akan tereduksi

Reaksi pada Anoda
Jika anodanya inert/tak akktif seperti Pt, Au, C
Bila anion F, Cl, Br, I maka yang terokdidasi:
2F- →  F2+ 2e

Cara Mudah Mencari ΔH Pembentukan dalam Termokimia



Contoh Soal 1



Diketahui
kalor pembakaran siklopropana (CH2)3 = - a kj/mol
kalor pembentukan CO2 = - bkj
kalor pembentukan H2O = - c kj
maka kalor pembentukan siklopropana ( dalam kj/mol) adalah...
A.    a – 3b – 3c
B.    a – 3b + 3c
C.   a + 3b – 3c
D.   a + 3b + 3c
E. –a + 3b + 3c

Tips &Trik


Cara Mudah Mencari ΔH Pembentukan dalam Termokimia

semoga bermanfaat

Cara mudah menentukan reaksi elektrolisis dan hukum Faraday

Contoh Soal 
Arus listrik 10 A dialirkan ke dalam larutan CuSO4 selama 965 detik. Volume gas yang dihasilkan
dianoda ( pada 00 C 1 atm) adalah.....





Reaksi Elektrolisis
 Semoga Bermanfaat..........

Trik menghitung potensial sel

Cara Mudah menghitung Potensial Sel dengan sangat cepat

trik menghitung potensial sel Contoh Soal 1

Jika diketahui :
Mg + 2Ag+     Mg2+  + 2Ag            E0 = +3,12 V
Ag+  + e       → Ag                           E0 = +0,80 V
Cu2+ + 2e    → Cu                           E0 = +0,34 V
Maka potensial standar untuk reaksi berikut adalah....
Mg + Cu2+   →  Mg2+  +  Cu



Tips & Trik 1

trik menghitung potensial sel

Contoh Soal 2
Diketahui potensial reduksi standar sbb:
Fe3+ / Fe2+ = +0,77 V
Cu2+ / Cu    = +0,34 V
Zn2+ / Zn     = -0,76 V
Mg2+ / Mg   = -2,37 V

Untuk Reaksi
Mg + 2Fe3+  → Mg2+  + 2Fe2+  memiliki potensial sel ..


tips dan trik

Trik menghitung potensial sel

Semoga Bermanfaat.....

Trik Menghitung Laju Reaksi Kimia Dengan Mudah dan Sangat Cepat

Coba kita lihat contoh berikut ini:

Contoh Soal 
Tiap Kenaikan 10C laju reaksi suatu zat akan naik dua kali semula. Jika pada suhu 300 C reaksi tersebut berlangsung selama 4 menit , maka pada suhu 700C reaksi tersebut akan berlangsung selama....
A.    ¼ menit
B.    ½ menit
C.   1 menit
D.   2 menit
E.    4 menit

Pembahasan
 Trik Menhitun laju reaksi


Dengan Rumus diatas Kita kesulitan menghafal persamaannya
Tapi Trik Berikut Kita tidak perlu hafal rumusnya
Berikut ada Trik Cepat dan Mudahnya



Trik Menghitung laju reaksi 2

Sunday, November 27, 2016

Ikatan Kovalen (Polar dan nonPolar) Beserta Contoh Ikatannya

Ikatan Kovalen - Selain ikatan ion, terdapat juga ikatan kovalen yang memiliki pengertian adalah ikatan kimia yang terjadi jika adanya penggunaan pasangan elektron secara bersama-sama oleh atom-atom yang berikatan. Dengan kata lain, pasangan elektron ini digunakan bersama-sama (shared electron / elektron sekutu). Sebagai contoh sederhana adalah adanya ikatan kovalen yang terjadi antara unsur hidrogen dengan oksigen membentuk air (H2O). Masing-masing ikatan kovalen mengandung dua elektron, yaitu satu berasal dari hidrogen dan satunya lagi berasal dari oksigen.

Atom berikatan kovalen dengan atom lain untuk mencapai kestabilan. Dengan adanya "penyekutuan" elektron valensi, atom dapat memenuhi orbital atom terluarnya dan mencapai kestabilan. 

Jenis-jenis Ikatan Kovalen

Ada dua macam ikatan kovalen, yaitu ikatan kovalen polar dan non polar. Perbedaan di antara keduanya adalah asal pemakaian elektron yang digunakan untuk berikatan. Berikut adalah perbedaan ikatan kovalen polar dan nonpolar.

1. Ikatan Kovalen Polar

Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang terbentuk ketika elektron sekutu di antara atom tidak benar-benar dipakai bersama. Hal ini terjadi ketika satu atom mempunyai elektronegativitas  yang lebih tinggi daripada atom yang lainnya. Atom yang mempunyai elektronegativitas yang tinggi mempunyai tarikan elektron yang lebih kuat. Akibatnya elektron sekutu akan lebih dekat ke atom yang mempunyai elektronegativitas tinggi.

Dengan kata lain, akan menjauhi atom yang mempunyai elektronegativitas rendah. Ikatan kovalen polar menjadikan molekul yang terbentuk mempunyai potensial elektrostatis. Potensial ini akan membuat molekul lebih polar, karena ikatan yang terbentuk dengan molekul polar lain relatif lemah. Ilustrasi ikatan kovalen polar seperti contoh berikut ini:

Contoh ikatan kovalen polar
Dalam pembentukan molekul HF, kedua elektron dalam ikatan kovalen digunakan tidak seimbang oleh inti atom H dan inti atom F sehingga terjadi pengutuban atau polarisasi muatan.
Ikatan Kovalen

Contoh senyawa kovalen polar adalah NH3,PCl3, H2O, dan Cl2O. Perhatikan struktur Lewis untuk senyawa PCl3 dan H2O berikut:
Ikatan Kovalen

2. Ikatan Kovalen Non Polar

Ikatan kovalen nonpolar adalah ikatan kovalen yang terbentuk ketika atom membagikan elektronnya secara setara (sama). Biasanya terjadi ketika ada atom mempunyai afinitas elektron yang sama atau hampir sama. Semakin dekat nilai afinitas elektron, maka semakin kuat ikatannya.

Ikatan kovalen nonpolar terjadi pada molekul gas, atau yang sering disebut sebagai molekul diatomik. Ikatan kovalen nonpolar mempunyai konsep yang sama dengan ikatan kovalen polar, yaitu atom yang mempunyai nilai elekronegativitas tinggi akan menarik elektron lebih kuat. Pernyataan tesebut benar, namun jika terjadi pada molekul diatom (dimana atom penyusunnya adalah sama) maka elektronegativitas juga sama. Ilustrasi ikatan kovalen nonpolar seperti contoh berikut ini:

Contoh Ikatan Kovalen non Polar
Misalnya pada Iodine (I). Dalam pembentukan molekul I2, kedua elektron dalam ikatan kovalen digunakan secara seimbang oleh kedua inti atom iodin tersebut. Oleh karena itu, tidak akan terbentuk muatan (tidak terjadi pengutuban atau polarisasi muatan).
Ikatan Kovalen

Contoh senyawa lain yang memiliki bentuk molekul simetris dan bersifat nonpolar adalah CH4, BH3, BCl3, PCl5, dan CO2. Perhatikan struktur salah satu ikatan kovalen non Polar dari CH4 berikut:
Ikatan Kovalen
Nach demikian penjelasan mengenai ikatan kovalen baik yang bersifat polar maupun yang bersifat non polar. Semoga penjelasan di atas dapat dengan mudah dimengerti dan dapat bermanfaat serta menjadi referensi yang baik bagi sahabat.

Rumus dan Contoh Soal Tekanan Osmotik Larutan Elektrolit

Rumus dan Contoh Soal Tekanan Osmotik Larutan Elektrolit - Dalam materi sifat koligatif larutan elektrolit, selain penurunan tekanan uap jenuh serta kenaikan titik didih dan penurunan titik didih, juga dikenal tekanan osmotik larutan elektrolit.
Rumus dan Contoh Soal Tekanan Osmotik Larutan Elektrolit
Rumus dan Contoh Soal Tekanan Osmotik Larutan Elektrolit

Rumus dan Contoh Soal Tekanan Osmotik Larutan Elektrolit

Pada kesempatan ini RumusKimia.net akan membahas materi khusus Rumus dan Contoh Soal Tekanan Osmotik Larutan Elektrolit. Untuk mengetahui tekanan osmotik melalui persamaan atau rumus yang berlaku, tetap dihubungkan dengan faktor van't Hoff. Tekanan osmotik untuk larutan elektrolit diturunkan dengan mengalikan faktor van't Hoff [lihat Sifat Koligatif Larutan Elektrolit]. Berikut persamaannya:
π = MRT {1 + (n – 1) α }
Keterangan:
  • π = Tekanan osmotik (atm)
  • R = Tetapan Gas (0,082 L atm/mol K)
  • T = Suhu absolut larutan (K)
  • M = molaritas larutan (mol/L)]
  • n = jumlah ion dari elektrolit
  • α = derajat ionisasi elektrolit
Catatan:
  1. Jika diketahui suhu bukan dalam derajat Kelvin, maka di ubah satuannya menjadi derajat Kelvin.
  2. Untuk penentuan [M = molaritas larutan (mol/L)] digunakan persamaan:
[Untuk lebih jelasnya mengenai Molaritas, Lihat Perhitungan Molalitas]

Perhatikanlah contoh-contoh soal berikut ini:

Contoh Soal 1

Sebanyak 5,85 gram NaCl (Mr = 58,5 g/mol) dilarutkan dalam air sampai volume 500 mL. Hitunglah tekanan osmotik larutan yang terbentuk jika diukur pada suhu 27 °C dan R = 0,082 L atm/mol K.
Jawab:

diketahui, NaCl (n = 2) dan α = 1

π = MRT {1 + (n – 1)α }
 = 9,84 atm

Jadi, tekanan osmotik larutan tersebut adalah 9,84 atm.

Contoh Soal 2

Sebanyak 38 g elektrolit biner (Mr = 95 g/mol) dilarutkan dalam air sampai dengan volume 1 L pada suhu 27 °C dan memiliki tekanan osmotik 10 atm. Hitunglah derajat ionisasi elektrolit biner tersebut.
Jawab:

π = M R T {1 + (n – 1)α }
α = 0,016

Jadi, derajat ionisasi larutan tersebut adalah 0,016.

Contoh Soal Pilihan Ganda Analisis

Jika diketahui tekanan osmotik larutan 10 gram asam benzoat, C6H5COOH, dalam benzena adalah 2 atm pada suhu tertentu, larutan 20 gram senyawa binernya (C6H5COOH)2 dalam pelarut yang sama memiliki tekanan osmotik sebesar....
A. 0,5 atm
B. 1,0 atm
C. 2,0 atm
D. 4,0 atm
E. 8,0 atm

Pembahasan:
Oleh karena perbandingan massa / Mr sama, molaritas akan sama dan tekanan osmotik pun sama. Jadi, tekanan osmotiknya sebesar (A) 2 atm.

Nach demikian share materi kimia kali ini mengenai Rumus dan Contoh Soal Tekanan Osmotik Larutan Elektrolit. Semoga materi kimia di atas dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Mohon saran dari sahabat dalam pengembangan materi kimia kali ini dan selanjutnya.

Sunday, November 13, 2016

BUKU SMA KELAS 10 Kurikulum 2013 Revisi 2018

BUKU SMA KELAS 10 Kurikulum 2013 Revisi 2016 BUKU Kurikulum 2013 SMA KELAS 10 Revisi 2016 Buku Guru Kelas 10 SMA Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan Guru 2016 Kelas 10 SMA Sejarah Indonesia Guru 2016
BUKU SMA KELAS 10 Kurikulum 2013 Revisi 2016

BUKU Kurikulum 2013 SMA KELAS 10 Revisi 2016

Buku Guru


Kelas 10 SMA Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan Guru 2016:
   1.  Download Buku Guru ( DOWNLOAD)
         2.  Download Buku Siswa DOWNLOAD)

Kelas 10 SMA Sejarah Indonesia Guru 2016:
   1.  Download Buku Guru ( DOWNLOAD)
         2.  Download Buku Siswa Semester 1 DOWNLOAD)
         3.  Download Buku Siswa Semester 2 DOWNLOAD)

Kelas 10 SMA Bahasa Indonesia Guru 2016

Kelas 10 SMA Bahasa Inggris Guru 2016

Kelas 10 SMA Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan Guru 2016

Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Guru 2016

Kelas 10 SMA Matematika Guru 2016


Buku Siswa


Kelas 10 SMA Bahasa Inggris Siswa 2016
Kelas 10 SMA Matematika Siswa 2016

Kelas 10 SMA Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan Siswa 2016
Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa 2016

Kelas 10 SMA Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan Siswa 2016

Kelas 10 SMA Bahasa Indonesia Siswa 2016

Kelas 10 SMA Sejarah Indonesia Semester 2 Siswa 2016
Kelas 10 SMA Sejarah Indonesia Semester 1 Siswa 2016


BUKU Kurikulum 2013 SMA KELAS 10 Revisi 2014
Buku Kurikulum 2013-Kurikulum Nasional SMA Semester 1-2 Kelas 10
Links Download Buku Kurikulum 2013-Kurikulum Nasional SMA Semester 1-2 Kelas 10

Buku Guru

Kelas 10 SMA Seni Budaya Guru
Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Guru
Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Guru
Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Konghuchu dan Budi Pekerti Guru
Kelas 10 SMA Bahasa Indonesia Guru

Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Guru

Kelas 10 SMA Prakarya dan Kewirausahaan Guru
Kelas 10 SMA Sejarah Indonesia Guru
Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Guru
Kelas 10 SMA Matematika Guru
Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Guru

Kelas 10 SMA Penjaskes Guru
Kelas 10 SMA Bahasa Inggris Guru

Buku Siswa

Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa
Kelas 10 SMA Sejarah Indonesia Siswa
Kelas 10 SMA Bahasa Indonesia Siswa
Kelas 10 SMA Seni Budaya Siswa
Kelas 10 SMA Prakarya dan Kewirausahaan Siswa
Kelas 10 SMA Matematika Siswa Semester 1
Kelas 10 SMA Matematika Siswa Semester 2
Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Konghuchu dan Budi Pekerti Siswa
Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Siswa
Kelas 10 SMA Penjaskes Siswa
Kelas 10 SMA Bahasa Inggris Siswa
Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa
Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Siswa
Kelas 10 SMA Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa

Ikatan Kovalen

Ikatan Kovalen Adalah adanya pemakaian secara bersama elektron yang berikatan oleh dua atom.
Jenis Ikatan kovalen berdasarkan jumlah pasangan elektron yang berikatan di bagi atas tiga:
1. ikatan kovalen tunggal
Adanya pemakaian satu pasang elektron oleh dua atom, misalnya adalah NH3, CH4. H2O.

kovalen
kovalen
ikatan ch4
ikatan ch4

H2o
H2O

Amoniak,Metana dan air: tiga contoh ikatan kovalen tunggal 2. ikatan kovalen rangkap dua
Ikatan ini melibatkan dua pasang elektron yang diguanakan secara bersama-sama. Contoh senyawa ikatan kovalen rangkap dua adalah O2 dan CO2.
image2061image27281
3. ikatan kovalen rangkap tiga
Ikatan ini melibatkan tiga pasang elektron yang digunakan secara bersama-sama. Contoh senyawa kovalen rangkap tiga adalah N2 dan C2H2.
image2730

Ikatan Kovalen Polar dan Non Polar

Ikatan kovalen polar
Ikatan kovalen polar adalah suatu ikatan kovalen dimana elektron-elektron yang membentuk ikatan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berputar dan berkeliling disekitar salah satu atom. Pada molekul HCl elektron yang berikatan akan lebih dekat kepada atom klor daripada Hidrogen. Polaritas ikatan ini dapat digambarkan dalam bentuk panah atau symbol δ+ , δ-. δ+ adalah tanda bahwa atom lebih bersifat elektropositif di banding dengan atom yang menjadi pasangannya. δ- berarti bahaw atom lebih bersifat elektronegatif daripada atom yang menjadi pasangan ikatannya. Lihat harga kelektronegtaifan tiap unsur pada tabel pauling

ikatan1
ikatan1
23

Ikatan kovalen nonpolar
Kovalen murni (non polar) adalah memiliki ciri Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentukuya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama

323


31213

Struktur H2 dan CO2 adalah contoh ikatan kimia non polar karena daya tariknya seimbang baik antara H dengan H atau antar O dengan C kiri dan kanan seimbang. Sehingga momen dipolnya menjadi nol Contoh lain adalah senyawa CH4, H2, O2, Br2 dan lain-lain

IKATAN KOVALEN KOORDINASI

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang terbentuk dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron yang berasal dari salah satu atom/ion/molekul yang memiliki PEB. Adapun atom/ion/molekul lain hanya menyediakan orbital kosong.
Berikut ini beberapa contoh senyawa kovalen koordinasi:












Mengidentifikasi Keberadaan Ikatan Kovalen Koordinat pada Suatu Molekul

Bahasan struktur Lewis suatu molekul bagi sebagian siswa bukanlah perkara mudah. Apalagi bila ilustrasi elektron yang diberikan tanpa pembeda baik tanda atau warna. Namun demikian masih ada jalan lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi ikatan kovalen manakah yang bertindak sebagai ikatan kovalen koordinat. Oh ya yang dimaksud dengan ikatan kovalen adalah ikatan antara 2 atom yang menggunakan elektron untuk digunakan secara bersama-sama dalam suatu molekul. Bila asal elektron yang digunakan secara bersama-sama itu berasal dari salah satu atom saja dari 2 atom disebut dengan ikatan kovalen koordinat. Bagaimana cara mengetahui bahwa suatu ikatan kovalen itu berikatan kovalen biasa atau berikatan kovalen koordinat?
Image result for ikatan kovalen koordinat
Berikut langkah-langkahnya:

  1. Gambar struktur Lewis molekul (cara menggambar struktur Lewis silakan baca di sini atau ikuti petunjuk pada video dari youtube ini)
  2. Hitung muatan formal setiap atom dalam molekul.
    Rumus hitung:
    muatan formal atom = Σ e. valensi - Σ ikatan di sekitar atom - Σ elektron tak berikatan
  3. Bila terdapat atom dengan muatan formal + (positif) dan atom lain yang berdekatan bernilai - (negatif) maka ikatan di antara kedua atom atom tersebut merupakan ikatan kovalen koordinat. Arahnya dari atom bermuatan formal + ke atom bermuatan formal -.
  4. Ikatan kovalen koordinat biasanya dimulai dari atom dengan muatan formal + menuju ke atom dengan muatan formal negatif.
Contoh penerapan identifikasi keberadaan ikatan kovalen koordinat pada struktur molekul yang digambar menurut struktur Lewis:

A. CO

Σ Elektron valensi C = 4; Σ ikatan sekitar C = 3; Σ elektron tak berikatan pada C = 2
Muatan formal C = 4 - 3 - 2 = -1

Σ Elektron valensi O = 6; Σ ikatan sekitar O = 3; Σ elektron tak berikatan pada O = 2
Muatan formal H = 6 - 3 - 2 = +1



B. CO2

Σ Elektron valensi C = 4; Σ ikatan sekitar C = 4; Σ elektron tak berikatan pada C = 0
Muatan formal C = 4 - 4 - 0 = 0

Σ Elektron valensi O = 6; Σ ikatan sekitar O = 2; Σ elektron tak berikatan pada O = 4
Muatan formal H = 6 - 2 - 4 = 0



C. HNO3

Σ Elektron valensi H = 1; Σ ikatan sekitar H = 1; Σ elektron tak berikatan pada H = 0
Muatan formal H = 1 - 1 - 0 = 0

Σ Elektron valensi N = 6; Σ ikatan sekitar N = 4; Σ elektron tak berikatan pada N = 0
Muatan formal N = 5 - 4 - 0 = +1

Σ Elektron valensi Oa = 6; Σ ikatan sekitar Oa = 2; Σ elektron tak berikatan pada Oa = 4
Muatan formal Oa = 6 - 2 - 4 = 0

Σ Elektron valensi Ob = 6; Σ ikatan sekitar Ob = 2; Σ elektron tak berikatan pada Ob = 4
Muatan formal Ob = 6 - 2 - 4 = 0

Σ Elektron valensi Oc = 6; Σ ikatan sekitar Oc = 1; Σ elektron tak berikatan pada Oc = 6
Muatan formal Oc = 6 - 1 - 6 = -1



D. H2SO4

Σ Elektron valensi H = 1; Σ ikatan sekitar H = 1; Σ elektron tak berikatan pada H = 0
Muatan formal H = 1 - 1 - 0 = 0

Σ Elektron valensi S = 6; Σ ikatan sekitar S = 4; Σ elektron tak berikatan pada S = 0
Muatan formal S = 6 - 4 - 0 = +2

Σ Elektron valensi Oa = 6; Σ ikatan sekitar Oa = 2; Σ elektron tak berikatan pada Oa = 4
Muatan formal Oa = 6 - 2 - 4 = 0

Σ Elektron valensi Ob = 6; Σ ikatan sekitar Ob = 1; Σ elektron tak berikatan pada Ob = 6
Muatan formal Ob = 6 - 1 - 6 = -1

Pada struktur H2SO4 gambar nomor 2, atom S berikatan dengan 4 atom O yang terdiri 2 ikatan kovalen koordinasi (ditandai dengan panah penghubung dari S menuju O) dan 2 ikatan kovalen biasa.
Pada struktur H2SO4 gambar nomor 3 adalah struktur H2SO4 paling stabil karena muatan formal setiap atom adalah 0. Pada atom S memang tidak mengikuti kaidah oktet, hal ini boleh-boleh saja karena S termasuk unsur yang menempati periode 3 (memiliki 3 kulit) yang berarti memungkinkan untuk memiliki jumlah elektron di sekitarnya melebihi aturan oktet.


E. H2O

Σ Elektron valensi H = 1; Σ ikatan sekitar H = 1; Σ elektron tak berikatan pada H = 0
Muatan formal H = 1 - 1 - 0 = 0

Σ Elektron valensi O = 6; Σ ikatan sekitar O = 2; Σ elektron tak berikatan pada O = 4
Muatan formal H = 6 - 2 - 4 = 0


F. NH3BF3
Σ Elektron valensi H = 1; Σ ikatan sekitar H = 1; Σ elektron tak berikatan pada H = 0
Muatan formal H = 1 - 1 - 0 = 0

Σ Elektron valensi N = 5; Σ ikatan sekitar N = 4; Σ elektron tak berikatan pada N = 0
Muatan formal N = 5 - 4 - 0 = +1

Σ Elektron valensi B = 3; Σ ikatan sekitar B = 4; Σ elektron tak berikatan pada B = 0
Muatan formal H = 3 - 4 - 0 = -1

Σ Elektron valensi F = 7; Σ ikatan sekitar F = 1; Σ elektron tak berikatan pada F = 6
Muatan formal F = 7 - 1 - 6 = 0

Koreksi dan saran atas tulisan ini akan sangat bermanfaat untuk perbaikan sehingga tidak menyesatkan pembelajar kimia.
Terima kasih.

Mengidentifikasi Keberadaan Ikatan Kovalen Koordinat pada Suatu Molekul

Kamis, 08 September 2016

Bahasan struktur Lewis suatu molekul bagi sebagian siswa bukanlah perkara mudah. Apalagi bila ilustrasi elektron yang diberikan tanpa pembeda baik tanda atau warna. Namun demikian masih ada jalan lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi ikatan kovalen manakah yang bertindak sebagai ikatan kovalen koordinat. Oh ya yang dimaksud dengan ikatan kovalen adalah ikatan antara 2 atom yang menggunakan elektron untuk digunakan secara bersama-sama dalam suatu molekul. Bila asal elektron yang digunakan secara bersama-sama itu berasal dari salah satu atom saja dari 2 atom disebut dengan ikatan kovalen koordinat. Bagaimana cara mengetahui bahwa suatu ikatan kovalen itu berikatan kovalen biasa atau berikatan kovalen koordinat?

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Gambar struktur Lewis molekul (cara menggambar struktur Lewis silakan baca di sini atau ikuti petunjuk pada video dari youtube ini)
  2. Hitung muatan formal setiap atom dalam molekul.
    Rumus hitung:
    muatan formal atom = Σ e. valensi - Σ ikatan di sekitar atom - Σ elektron tak berikatan
  3. Bila terdapat atom dengan muatan formal + (positif) dan atom lain yang berdekatan bernilai - (negatif) maka ikatan di antara kedua atom atom tersebut merupakan ikatan kovalen koordinat. Arahnya dari atom bermuatan formal + ke atom bermuatan formal -.
  4. Ikatan kovalen koordinat biasanya dimulai dari atom dengan muatan formal + menuju ke atom dengan muatan formal negatif.
Contoh penerapan identifikasi keberadaan ikatan kovalen koordinat pada struktur molekul yang digambar menurut struktur Lewis:

A. CO

Σ Elektron valensi C = 4; Σ ikatan sekitar C = 3; Σ elektron tak berikatan pada C = 2
Muatan formal C = 4 - 3 - 2 = -1

Σ Elektron valensi O = 6; Σ ikatan sekitar O = 3; Σ elektron tak berikatan pada O = 2
Muatan formal H = 6 - 3 - 2 = +1



B. CO2

Σ Elektron valensi C = 4; Σ ikatan sekitar C = 4; Σ elektron tak berikatan pada C = 0
Muatan formal C = 4 - 4 - 0 = 0

Σ Elektron valensi O = 6; Σ ikatan sekitar O = 2; Σ elektron tak berikatan pada O = 4
Muatan formal H = 6 - 2 - 4 = 0



C. HNO3

Σ Elektron valensi H = 1; Σ ikatan sekitar H = 1; Σ elektron tak berikatan pada H = 0
Muatan formal H = 1 - 1 - 0 = 0

Σ Elektron valensi N = 6; Σ ikatan sekitar N = 4; Σ elektron tak berikatan pada N = 0
Muatan formal N = 5 - 4 - 0 = +1

Σ Elektron valensi Oa = 6; Σ ikatan sekitar Oa = 2; Σ elektron tak berikatan pada Oa = 4
Muatan formal Oa = 6 - 2 - 4 = 0

Σ Elektron valensi Ob = 6; Σ ikatan sekitar Ob = 2; Σ elektron tak berikatan pada Ob = 4
Muatan formal Ob = 6 - 2 - 4 = 0

Σ Elektron valensi Oc = 6; Σ ikatan sekitar Oc = 1; Σ elektron tak berikatan pada Oc = 6
Muatan formal Oc = 6 - 1 - 6 = -1



D. H2SO4

Σ Elektron valensi H = 1; Σ ikatan sekitar H = 1; Σ elektron tak berikatan pada H = 0
Muatan formal H = 1 - 1 - 0 = 0

Σ Elektron valensi S = 6; Σ ikatan sekitar S = 4; Σ elektron tak berikatan pada S = 0
Muatan formal S = 6 - 4 - 0 = +2

Σ Elektron valensi Oa = 6; Σ ikatan sekitar Oa = 2; Σ elektron tak berikatan pada Oa = 4
Muatan formal Oa = 6 - 2 - 4 = 0

Σ Elektron valensi Ob = 6; Σ ikatan sekitar Ob = 1; Σ elektron tak berikatan pada Ob = 6
Muatan formal Ob = 6 - 1 - 6 = -1

Pada struktur H2SO4 gambar nomor 2, atom S berikatan dengan 4 atom O yang terdiri 2 ikatan kovalen koordinasi (ditandai dengan panah penghubung dari S menuju O) dan 2 ikatan kovalen biasa.
Pada struktur H2SO4 gambar nomor 3 adalah struktur H2SO4 paling stabil karena muatan formal setiap atom adalah 0. Pada atom S memang tidak mengikuti kaidah oktet, hal ini boleh-boleh saja karena S termasuk unsur yang menempati periode 3 (memiliki 3 kulit) yang berarti memungkinkan untuk memiliki jumlah elektron di sekitarnya melebihi aturan oktet.


E. H2O

Σ Elektron valensi H = 1; Σ ikatan sekitar H = 1; Σ elektron tak berikatan pada H = 0
Muatan formal H = 1 - 1 - 0 = 0

Σ Elektron valensi O = 6; Σ ikatan sekitar O = 2; Σ elektron tak berikatan pada O = 4
Muatan formal H = 6 - 2 - 4 = 0


F. NH3BF3
Σ Elektron valensi H = 1; Σ ikatan sekitar H = 1; Σ elektron tak berikatan pada H = 0
Muatan formal H = 1 - 1 - 0 = 0

Σ Elektron valensi N = 5; Σ ikatan sekitar N = 4; Σ elektron tak berikatan pada N = 0
Muatan formal N = 5 - 4 - 0 = +1

Σ Elektron valensi B = 3; Σ ikatan sekitar B = 4; Σ elektron tak berikatan pada B = 0
Muatan formal H = 3 - 4 - 0 = -1

Σ Elektron valensi F = 7; Σ ikatan sekitar F = 1; Σ elektron tak berikatan pada F = 6
Muatan formal F = 7 - 1 - 6 = 0

Koreksi dan saran atas tulisan ini akan sangat bermanfaat untuk perbaikan sehingga tidak menyesatkan pembelajar kimia.
Terima kasih.