Tuesday, October 18, 2016

Bank Soal UN Sifat Koligatif Larutan

Image result for un kimia
(1) Soal UN Kimia 2008
Bagan berikut menggambarkan larutan dengan berbagai konsentrasi :

Bagan yang menunjukkan tekanan uap larutan paling besar adalah....
A. I
B. II
C. III
D. IV
E. V

(2) Soal UN Kimia 2009
Tabel berikut berisi data sejumlah zat terlarut yang dilarutkan dalam air :

Jika R = 0,082 L.atm.mol–1.K–1 dan pengukuran dilakukan pada suhu tetap, maka larutan yang mempunyai tekanan osmotik paling besar adalah ...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
(3) Soal UN Kimia 2009
Gambar berikut menyatakan diagram P – T air, larutan urea 0,2 M.

Titik didih larutan urea 0,2 M dinyatakan oleh titik....
A. E
B. F
C. H
D. K
E. L
(4) Soal UN Kimia 2010
Berikut ini jumlah partikel zat terlarut yang terdapat dalam 2 mol pelarut dalam ruang tertutup.

Berdasarkan gambar tersebut, tekanan uap yang paling besar terdapat pada larutan nomor...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
(5) Soal UN Kimia 2010
Perhatikan diagram PT berikut:

Bagian yang merupakan perubahan wujud dari cair ke gas suatu pelarut adalah...
A. K - L
B. M - N
C. M - P
D. T - M
E. R - N
(6) Soal UN Kimia 2011
Perhatikan diagram P - T berikut!

Garis beku pelarut ditunjukkan oleh....
A. MS
B. MN
C. KL
D. LR
E. KQ
(7) Soal UN Kimia 2012
Berikut ini dua buah contoh peristiwa kimia.
(1) Larutan infus yang dimasukkan ke dalam darah
(2) Pemakaian glikol pada radiator kendaraan bermotor

Contoh (1) dan (2) berkaitan dengan sifat koligatif larutan secara berurutan, yaitu:
A. kenaikan titik didih dan penurunan titik beku
B. kenaikan titik didih dan penurunan tekanan uap
C. penurunan titik beku dan tekanan osmotik
D. tekanan osmotik dan penurunan titik beku
E. kenaikan titik didih dan tekanan osmotik
(8) Soal UN Kimia 2013
Berikut ini beberapa penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari:
(1) penyerapan air oleh akar tanaman;
(2) penambahan garam dalam proses pembuatan es putar;
(3) penambahan garam untuk mencairkan salju;
(4) penggunaan garam untuk membunuh lintah; dan
(5) menambah etilen glikol pada radiator mobil.

Penerapan tekanan osmotik terdapat pada peristiwa nomor….
A. (1) dan (3)
B. (1) dan (4)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (5)
E. (4) dan (5)
(9) Soal UN Kimia 2014
Berikut ini peristiwa kimia dalam kehidupan sehari-hari:
(1) etilen glikol dapat ditambahkan ke dalam radiator mobil; dan
(2) desalinasi air laut.

Kedua contoh di atas berhubungan dengan sifat koligatif larutan secara berturut-turut….
A. penurunan tekanan uap dan tekanan osmotik
B. tekanan osmotik dan kenaikan titik didih
C. kenaikan titik didih dan penurunan titik beku
D. penurunan titik beku dan osmosis balik
E. penurunan titik beku dan kenaikan titik didih

Diagram Fase Pada Materi Sofat Koligatif Larutan

A. Pengertian Sifat Koligatif Larutan


Jejaring Kimia - Sifat-sifat larutan, seperti halnya rasa, bau, dan warna bergantung pada jenis zat terlarut. Larutan gula mempunyai rasa manis, beda halnya dengan larutan cuka yang memiliki rasa asam. Tingkat kemanisan maupun keasaman kedua larutan tersebut tergantung pada konsentrasi atau kepekatannya. Larutan gula maupun cuka yang pekat tentu akan memiliki tingkat kemanisan dan keasaman yang lebih tinggi jika dibanding dengan larutan gula maupun cuka yang memiliki kepekatan rendah.


Rangkuman Materi Sifat Koligatif LarutanSelain sifat yang pada jenis zat terlarut, ada beberapa sifat larutan yang hanya tergantung pada konsentrasi partikel zat terlarut. Artinya larutan yang berbeda akan mempunyai sifat sifat yang sama, dengan syarat konsentrasi partikel zat terlarutnya harus sama. Contoh 0,5 mol glukosa akan mempunyai sifat yang sama dengan 0,5 mol urea (jumlah kedua partikel zat terlarut yaitu glukosa dan urea besarnya sama). Sifat yang hanya tergantung pada jumlah partikel zat terlarut disebut sifat koligatif larutan. Ada empat sifat koligatif larutan yaitu, penurunan tekanan uap, penurunan titik beku, kenaikan titik didih, dan tekanan osmosis. Salah satu aplikasi sifat koligatif larutan adalah pembuatan es krim di mana harus di turunkan di bawah titik beku pelarut H2O yaitu 0oC dengan penambahan partikel zat terlarut seperti garam. Semakin banyak garam yang ditambahkan ke dalam pelarut, maka titik beku akan semakin rendah.

B. Diagram Fase atau Diagram P - T pada Pelarut H2O

Mengapa larutan (pelarut + zat terlarut) mendidih pada suhu yang lebih tinggi dan membeku pada suhu yang lebih rendah dari pada pelarutnya? Pertanyaan ini dapat dijelaskan secara teoritis dengan membandingkan diagram fase pelarut dengan diagram fase larutannya.
Klik untuk memperjelas gambar

Diagram fase atau biasa disebut juga diagram P - T adalah diagram yang menyatakan hubungan antara suhu (T) dan tekanan P dengan fase zat (padat, cair, dan gas). Diagram fase menyatakan batas-batas suhu dan tekanan di mana suatu bentuk fase dapat stabil. Diagram fase H2O dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Berikut penjelasan diagram P - T dengan pelarut H2O:


1. Garis didih
Garis B - C pada gambar di atas disebut garis didih. Garis didih merupakan transisi fase cair - gas. Setiap titik pada garis ini menyatakan suhu dan tekanan di mana air akan mendidih. Seperti yang kita ketahui bahwa titik didih tergantung pada tekanan gas di permukaan. Pada tekanan 1 atm atau 760 mmHg, air mendidih pada suhu 100oC. Jika terdapat tempat di bumi ini yang mempunyai tekanan 4,58 mmHg, maka sudah
dipastikan air akan mendidih pada kisaran 0,0098oC.


2. Garis beku
Garis B - D pada gambar di atas disebut garis beku. Garis beku merupakan transisi fase cair - padat. Setiap titik pada garis ini menyatakan suhu dan tekanan di mana air dapat membeku (es mencair). Pada tekanan 1 atm atau 760 mmHg, air membeku pada suhu 0oC, dan jika terdapat tempat di bumi ini yang mempunyai tekanan 4,58 mmHg, maka sudah dipastikan air akan membeku pada kisaran 0,0098oC. titik beku dan titik didih pada tekanan 4,58 mmHg mempunyai nilai yang sama, artinya titik didh = titik beku pelarut. Perhatikan bahwa tekanan permukaan berpengaruh besar pada titik didih, tetapi sangat kecil pengaruhnya terhadap titik beku. Garis B - D nyaris vertical terhadap sumbu suhu.


3. Garis sublimasi
Garis A - B pada diagram fase di atas disebut garis sublimasi. Garis sublimasi merupakan transisi fase pada gas. Setiap titik pada pada garis sublimasi menyatakan suhu dan tekanan di mana zat padat dan uapnya dapat menyublim.


4. Titik trpel
Perpotongan antara garis didih dengan garis beku dan garis sublimasi disebut titik tripel. Titik tripel air adalah 0,0098oC pada tekanan 4,58 mmHg. Pada titik tripelnya, ketiga bentuk fase, yaitu padat, cair, dan gas berada dalam kesetimbangan.

C. Diagram Fase atau Diagram P - T pada Larutan

Mari kita bandingkan dengan diagram fase larutan dengan diagram fase pelarutnya yaitu H2O, seperti tampak pada diagram P - T larutan berikut.
Klik untuk memperjelas gambar  
Larutan mempunyai tekanan uap lebih rendah dari pada pelarut murninya (dalam hal ini air) yang dinyatakan sebagai. Oleh karena itu garis didih dan garis beku larutan berada di bawah garis didih dan garis beku pelarutnya. Penurunan tekanan uap tersebut berpengaruh terhadap titik didih dan titik beku larutan. seperti yang tampak pada diagram P - T larutan di atas, tekanan uap larutan belum 760 mmHg pada suhu 100oC. oleh karena itu belum mendidih. Larutan akan mendidih pada suhu di atas 100oC yaitu ketika tekanan uapnya mencapai 760 mmHg. Dengan kata lain, larutan mempunyai titik didih lebih tinggi dari pada pelarutnya. Sebaliknya, penurunan tekanan uap menyebabkan titik beku larutan lebih rendah dibandingkan dengan titik beku pelarutnya.
Download dalam bentuk pdf, klik di sini atau di sini via docstoc.

Soal Sifat Koligatif Larutan

Image result for sifat koligatif
1.  
1.  Perhatikan bagan tentang banyak partikel zat pelarut dan zat terlarut dalam suatu larutan berikut!
Image result for perhatikan bagan tentang banyaknya partikel zat pelarut dan hasil zat terlarut dalam suatu larutan. bagan yang menunjukkan tekanan uap paling kecil
Bagan yang menunjukkan tekanan uap larutan paling kecil adalah ….
A.      V
B.      IV
C.      III
D.     II
E.      I
Jawab: D
Tekanan uap larutan dipengaruhi oleh jumlah mol zat terlarut nonvolatile. Semakin sedikit mol zat terlarut nonvolatile, tekanan uap semakin besar.
2. 2.Perhatikan diagram P-T berikut!
Proses membeku larutan ditunjukkan oleh ….
A.      A-B
B.      C-D
C.      B-E
D.     F-D
E.      F-A
Jawab: E
Proses membeku terjadi pada zat yang berada dalam fase cair dan padat sehingga proses membeku larutan ditunjukkan oleh F-A.
3.3. Gambar berikut merupakan gambar partikel zat terlarut dan pelarut yang bukan sebenarnya.
Tekanan uap larutan paling kecil terdapat pada wadah….(Ujian Nasional 2010/2011)
A.      1
B.      2
C.      3
D.     4
E.      5
Jawab: A
Tekanan uap larutan dipengaruhi oleh jumlah mol zat terlarut nonvolatil. Semakin banyak mol zat terlarut nonvolatil, tekanan uap semakin kecil.
4.4.  Perhatikan grafik P-T berikut!
Bagian yang merupakan perubahan wujud dari cair ke gas suatu pelarut adalah….(Ujian Nasional 2008/2009)
A.      K-L
B.      M-N
C.      M-P
D.     T-M
E.      R-N
Jawab: D
T-M = ∆ Po = perubahan wujud pelarut dari cair ke gas.

Soal danPembahasan Sifat Koligatif Larutan.


1. suatu larutan glukosa (Mr = 180) dalam 2 kg air (kb = 0,52) ternyata mendidih pada suhu 100,64'C. massa glukosa yang dilarutkan adalah...gram. massa air= p

a. 245
b. 450
c. 502
d. 547
e. 695


2. suatu larutan terdiri atas 12 gram zat X (nonelektrolit) didalam 20 gram air. jika larutan ini membeku pada -5'C dan penurunan titik beku molal air 1,86'C, zat X tersebut mempunyai massa rumus relatif...
a. 59
b. 118
c. 223
d. 277
e. 336


3. larutan 3 gram glukosa (Mr glukosa = 180) dalam 250 ml air isotonik dengan larutan 4,6 gram X dalam 500 ml air. zat X tersebut mempunyai massa molekul relatif...
a. 69
b. 138
c. 276
d. 342
e. 684


4. molalitas larutan NaCl 10% massa dalam air adalah----m. (Mr NaCl = 58,5)
a. 1,50
b.1,70
c.1,90
d.2,10
e.2,30


5. the molality of solution containing 20% mass of ethanol (C2H5OH, Mr = 46 gram/mole) is... molal.
a. 6,4
b.5,4
c.4,4
d.3,4
e.0,4


6. sebanyak 12 gram NaCl dilarutkan dalam 600 ml larutan. jika diketahui NaCl terionisasi 80% pada suhu 27'C,larutan tersebut mempunyai tekanan osmotik sebesar....atm (R = 0,082 L mol-1 K-1; Ar: Na:23, Cl=35,5)


7. larutan yang memiliki titik beku tertinggi adalah...
a. glukosa 0,05M
b.glukosa 0,10M
c.sukrosa 0,10M
d. sukrosa 0,15M
e.urea 0,15M


8. dalam 300 gram air terlarut terdapat 40 gram zat X. larutan tersebut membeku pada suhu -3,1'C. jika Kf air = 1,86'C, Mr zat X tersebut adalah...


9. what is the molality of a solution cotaining 35% mass of ethanol in water? Mr = 46 gram/mol


10.

jawaban: b. K-R

11. determine the mole fraction of the solute and solvent if 18 gr glucose is dissolved in 90 gram of water. Mr glucose = 180, Mr H2O = 187


12. berikut ini peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.
1) etilen glikol dapat ditambahkan ke dalam radiator mobil.
2) desalinasi air laut.
Kedua contoh di atas berhubungan dengan sifat koligatif larutan secara berturut-turut...
a. penurunan tekanan uap dan tekanan osmotik
b. tkana osmotik dan kenaikan titik didih
c. kenaikan titik didih dan penurunan titik beku
d. penurunan titik beku dan osmosis balik
e. penurunan titik beku dan kenaikan titik didih

13. sebanyak 37 gram Ca(OH)2 dilarutkan kedalam 250 gram air. larutan tersebut memdidih pada suhu 102,6'C. jika Ar; Ca = 40, O = 16, H = 1, dan Kb air = 0,52'C/m, derajat ionisasi basa tersebut sbesar....%


14. tekanan osmotik larutan CdSO4 0,1M (alfa = 0,75) pada suhu 27'C (R = 0,082) adalah...atm
i = (1+(2-1)0,75)


15. jika diketahui derajat ionisasi H2SO4 dalam larutan= 1 dan kb= 0,52 C, kenaikan titik didih larutan 24,5 gram H2SO4 (Mr = 98) dalam 250 gram air sebesar.....'C

16. sebanyak 30 gram urea dilarutkan dalam 81 gram air akan menghasilkan larutan dengan fraksi mol sebesar.....(Mr urea = 60, H2O = 18)


17. kenaikan titik didih molal bergantung pada.... molalitas larutan

18. sebanyak 4 gram zat X dilarutkan dalam 5000 ml larutan benzena yang diketahui mempunyai tekanan 19cmHg. jika larutan tersebut diukur pada keadaan yang sama saat 6 gram zat X dilarutkan dlaam 12 liter gas etana pada tekanan 38cmHg, massa molekul relatif zat X tersebut adalah....gram/mol


19. larutan 7,6 kamfer (C10H16O) dalam 400 gram kloroform (CHCl3) memiliki titik didih 0,68'C lebih tinggi dari titik dididh kloroform murni. tetapan titik didih molal kloroform adalah....'C kg/mol


20. Perhatikan gambar beberapa larutan berikut ini!
jika volume pelarut semua larutan tersebut dianggap sama, larutan yang mempunyai tekanan osmotik paling rendah jika diukur pada suhu tetap dan R= 0,082 adalah larutan....
keterangan: larutan 1 digantika dengan P, larutan 2 digantik dengan Q, larutan 3 digantik dengan R, larutan 4 diganti dengan S dan larutan 5 diganti dengan T.




Sifat Koligatif

 
Pengantar

1. Es Tung-tung
    Pernahkah kalian melihat penjual es tung-tung di jalanan? Apa yang menyebabkan es tersebut tidak mencair dalam waktu yang lama?

Penjual es menambahkan garam pada es batu yang diletakkan pada bagian luar tabung. Penambahan garam tersebut akan menurunkan titik beku es sehingga es tidak mudah mencair.

2. Air radiator
    Air radiator tentunya bukan barang yang asing bagi kalian. Sekarang ini banyak sepeda motor yang menggunakan radiator sebagai pendingin mesin. Air radiator yang baik bukanlah air murni, melainkan air yang mengandung senyawa glikol. Apa manfaat glikol pada air radiator?



Penambahan glikol pada air radiator berguna untuk menaikkan titik didih air, sehingga air radiator tidak mudah menguap pada saat suhu mesin tinggi. Disamping itu, juga berfungsi menurunkan titik beku air, sehingga air radiator tidak mudah membeku disaat musim dingin, khususnya di daerah dengan 4 musim. 3. Menghitung Konsentrasi Larutan     Sebelum mempelajari materi sifat koligatif larutan, hendaknya siswa menguasai konsep dasar perhitungan konsentrasi larutan. Adapun konsentrasi larutan yang wajib dikuasai oleh siswa untuk materi ini adalah: molaritas, molalitas, dan fraksi mol.

  • Molaritas
Molaritas, yaitu jumlah zat terlarutnya dinyatakan dalam mol dan volume larutannya dinyatakan dalam mL.

Contoh:
Jika 6 gram urea Mr = 60) dilarutkan dalam air sampai volume 500 mL. Hitunglah molaritas larutan tersebut
Solusi:








b. Molalitas
Molalitas, yaitu jumlah zat terlarutnya dinyatakan dalam mol dan kuantitas pelarutnya dinyatakan dalam gram.
Contoh:
Jika 45 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam air sebanyak 2 kg. Hitunglah molaritas larutan tersebut Solusi:









c. Fraksi mol
Fraksi mol menyartakan banyaknya mol suatu komponen dibagi dengan banyaknya mol total semua komponen dalam larutan. Misal dalam larutan terdapat m mol zat terlarut A atau n mol zat pelarut B. Maka untuk menentukan besar masing-masing fraksi molnya dapat dirumuskan dengan :
Contoh :
1. Tentukan fraksi mol glukosa 80 % massa di dalam air.
2. Fraksi mol NaOH (Mr = 40) suatu larutan NaOH dalam air (Mr H2O = 18) adalah 0,05. Tentukan molalitas NaOH.
Solusi :
1. Fraksi mol glukosa adalah




















2. Molalitas NaOH











SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

Sifat Koligatif, yaitu sifat-sifat fisis yang hanya tergantung pada jumlah partikel zat terlarut, tidak tergantung pada jenis zat terlarut. Kegunaan praktis sifat-sifat koligatif banyak dan beragam. Penelitian sifat-sifat koligatif memainkan peranan penting dalam metode penetapan massa molekul dan pengembangan teori larutan. Yang termasuk sifat koligatif adalah :

PENURUNAN TEKANAN UAP

Harga tekanan uap akan membesar apabila suhu dinaikkan. Tekanan uap suatu cairan tergantung pada banyaknya molekul dipermukaan yang memiliki cukup energi kinetik untuk lepas dari ikatan molekul sekelilingnya. Jika suatu cairan dilarutkan suatu zat terlarut maka permukaan cairan tidak hanya ditempati molekul zat pelarut tetapi juga molekul zat terlarut.
Karena molekul zat pelarut di permukaan makin sedikit maka laju penguapan makin berkurang. Akibatnya tekanan uap cairan turun. Makin banyak zat terlarut, makin besar pula penurunan tekanan uapnya.

Perhatikan pengaruh penambahan konsentrasi terhadap tekanan uap pada animasi berikut ini.


Download media pembelajaran flash "Tekanan Uap", di sini

Rumus












Contoh Soal :
Berapakah tekanan uap parsial dan tekanan uap total pada suhu 25oC diatas larutan dengan jumlah molekul benzena (C6H6) yang sama dengan jumlah molekul toluene (C7H8)? Tekanan uap benzena dan Toluena pada suhu 25oC berturut-turut adalah 95,1 dan 28,4 mmHg.

Solusi :
Jika larutan terdiri atas dua komponen dengan jumlah yang sama, maka fraksi mol masing-masing zat adalah 0,5 (jumlah fraksi mol zat larutan dan zat pelarut adalah 1)
Tekanan Parsial :
P. Benzena      = X benzena x Po Benzena
                        = 0,5 x 95,1 mmHg
                        = 47,6 mmHg
P. Toluena       = X toluena x Po toluena
                        = 0,5 x 28,4 mmHg
                        = 14,2 mmHg
P. Uap total    = P, Benzena + P. toluena.
                        = 47,6 mmHg + 14,2 mmHg
                        = 61,8 mmHg

Evaluasi Diri :
  1. 6 gram zat X dilarutkan dalam 200 gram CCl4 ( ArC =12, Cl = 35,5 ) terjadi penurunan tekanan uap pelarut sebesar 2 % . Tentukan massa molekul zat X
  2. Sebanyak 60 gram Urea [CO(NH2)2] dilarutkan dalam 72 gram air, jika tekanan uap pelarut murni pada suhu 20oC adalah 22,5 mmHg. Tentkan tekanan uap larutan pada suhu tersebut.
  3. Tentukan tekanan uap larutan larutan sukrosa yang konsentasinya 2 molal pada suhu 30oC dan tekanan uap murni air pada suhu tersebut adalah 31,82 mmHg.
  4. Tekanan uap jenuh air pada suhu 30oC adalah 40 mmHg. Pada suhu yang sama larutan X gram zat A (Mr = 180) dalam 90 gram air mempunyai tekanan uap 29,41mmHg. Tentukan massa zat X 

KENAIKKAN TITIK DIDIH LARUTAN (ΔTb ) dan PENURUNAN TITIK BEKU (ΔTf )

Selama ini kita selalu menganggap bahwa pelarut dan zat terlarutnya adalah volatile (mudah menguap / atsiri). Tetapi kenyatannya ada zat terlarut yang tidak volatile. Dalam hal ini zat terlarut yang tak volatile juga menurunkan tekanan uap pelarut. Semakin tinggi konsentrasinya semakin besar penurunannya tekanan uapnya, akibatnya membawa konsekuensi bagi titik didih dan titik beku cairan tersebut.


Download media pembelajaran flash "Titik didih dan Titik beku larutan", di sini

Besarnya penurunan titik beku (ΔTf) dan peningkatan titik didih (ΔTb) hanya ditentukan oleh jumlah partikel zat terlarut. Makin banyak partikel zat terlarut, makin besar pula harga ΔTf (Tf = freezing point depression) dan ΔTb (Tb = boiling point elevation)

Roult merumuskan hukumnya sebagai berikut :
ΔTf    = Kf . m
atau
ΔTb   = Kb . m 

Tf   =  Tfo  -  ΔTf
Tb   =  Tbo  +  ΔTb

Keterangan :
ΔTf   = penurunan titik beku
ΔTb  = peningkatan / kenaikkan titik didih
Kf     = tetapan titik didih molal
Kb     = tetapan titik beku molal
m      = konsentrasi larutan dalam molal
Tf      = Titik beku larutan
Tb     = Titik didih larutan
Tfo   = Titik beku pelarut murni
Tbo   = Titik didih pelarut murni

Tetapan kenaikan titik didih molal adalah nilai kenaikan titik didih jika konsentrasi larutan sebesar satu molal (konsentrasi partikel dalam larutan), sedangkan untuk tetapan penurunan titik beku adalah nilai penurunan jika konsentrasi larutan sebesar satu molal (konsentrasi partikel dalam larutan). Secara historis, pengukuran titik beku dapat digunakan untuk menentukan rumus molekul.

Contoh :
  1. Berapakah molalitas zat terlarut dalam larutan dengan titik beku – 0,45oC ? 
  2. 2,12 gram senyawa dilarutkan dalam 48,92 gram air. Tentukan massa rumus zat tersebut.
  3. Bagaimana rumus molekul senyawa , jika analisisnya memberikan 40,0 % karbon massa, 53, 3 % oksigen massa, dan 6,7 % Hidrogen massa

Solusi:
1. Molalitas zat terlarut













2. Massa molekul relatif (Mr)


















3. Rumus Empiris















Evaluasi Diri: 
  1. Penambahan 5,4 gram suatu zat non elektrolit ke dalam 300 gram air ternyata menurunkan titik beku sebesar 0,24oC. Jika Kf air = 1,86oC. Tentukan massa molekul zat tersebut.
  2. Larutan yang mengandung 20 gram zat non elektrolit dalam 1 liter air (∫ air = 1 gram / cm3 ) mendidih pada suhu 100,052oC. Jika Kb air = 0,52oC. Tentukan massa molekul zat non elektrolit tersebut.
  3. 15 gram urea ( Mr = 60 ) dilarutkan dalam 250 gram air, Kf air = 1,86oC . Tentukan titik beku larutan tersebut.
  4. Suatu larutan urea [CO(NH2)2] dalam air mempunyai penurunan titik beku 0,372oC. Bila Kf air = 1,86oC dan Kb air= 0,52oC. Tentukan kenaikan titik didih larutan urea.
  5. Suatu senyawa terdiri dari 42,4 % karbon, 2,4 % hidrogen, 16,6 % nitrogen, dan 37,8 % oksigen. Penambahan 6,45 gram senyawa tersebut ke dalam 50 mL Benzena (∫= 0,879 g/cm3 ) menurunkan titik beku dari 5,51oC menjadi 1,35oC. Tentukan massa molekul dari senyawa tersebut. 

TEKANAN OSMOTIK

Tekanan Osmotik adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan aliran air dari air menuju larutan yang lebih pekat melalui membrane semipermiabel.
Makin pekat konsentrasi larutan, semakin tinggi kenaikan permukaannya. Aliran dari air ke dalam larutan gula dapat dikurangi dengan memberikan tekanan kepada larutan. Tekanan ini menyebabkan aliran air berubah ke arah yang berlawanan.
Contoh :
Osmosis yang paling penting terdapat dalam jasad hidup adalah pada sel-sel darah merah. Jika sel darah merah diletakan dalam air murni, akan mengembang dan akhirnya pecah karena air memasuki sel-sel secara osmosis. Tekanan osmotik yang diakibatkan oleh cairan di dalam sel setara dengan larutan 0,9 % natrium klorida. Dengan demikian jika sel-sel dimasukan dalam larutan natrium klorida 0,9 % tidak akan aliran bersih dari melalui dinding sel dan sel tetap stabil. Larutan yang demikian disebut larutan ISOTONIK. Jika konsentrasi larutan garam lebih tinggi dari 0,9 %, air mengalir keluar dari sel dan sel mengerut. Larutan dinamakan HIPERTONIK. Jika konsentrasi garam kurang dari 0,9 % air mengalir masuk ke dalam sel dan larutan dinamakan HIPOTONIK.
Tekanan osmotik termasuk sifat koligatif, karena besarnya hanya tergantung pada jumlah partikel zat terlarut persatuan volume. Menurut Van,t Hoff untuk larutan encer dapat dirumuskan :

π = M R T

Keterangan :
π     = tekanan osmotic larutan
R     = tetapan gas ( 0,0821 L . atm / mol.K )
T      = suhu Kelvin
M    = molaritas

Contoh :
  1. Tentukan tekanan osmotik larutan 0,001 M sukrosa (C12H22O11) pada suhu 25oC.
  2. Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 1,08 gram protein, yaitu serum albumin yang diperoleh dari plasma darah, dalam 50 mL air. Larutan menunjukan tekanan osmotik sebesar 5,85 mmHg pada suhu 298 K. Tentukan massa molekul albumin. 

Solusi :
1.    π    = M R T
              = 0.01 mol / L x 0,0821 L atm mol-1 K-1 x 298 K
              = 0,024 atm
              = 18 mmHg
 2.


Evaluasi Diri :
  1. Tentukan tekanan Osmotik larutan yang mengandung 34,2 gram Sukrosa (Mr = 342) dalam 500 mL larutan pada suhu 30oC
  2. Sebanyak 16 gram suatu zat non elektrolit dilarutkan dalam air hingga volume larutan menjadi 400 mL, dan tekanan osmotik larutan 2,86 atm. Tentukan massa molekul zat tersebut.
  3. Sebanyak 250 mL larutan yang mengandung 17,1 gram zat non elektrolit pada suhu 27oC,mempunyai tekanan osmotik sebesar 2,46 atm . Tentukan massa molekul zat tersebut.
  4. Tentukan tekanan osmotik larutan yang mengandung 9 gram gula (Mr = 180) dalam 250 mL larutan pada suhu 25oC.
  5. Pada suhu 25oC tekanan osmosis rata-rata dari darah adalah 7,7 atm. Tentukan konsentrasi molar dari glukosa (C6H12O6) yang isotonic dengan darah. 

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT

Semua larutan elektrolit kuat atau lemah, menunjukkan penurunan titik beku, kenaikan titik didih serta penurunan tekanan uap yang lebih besar dibandingkan dengan larutan non elektrolit, yang molalitasnya sama. Perbandingan antara harga sifat koligatif yang terukur dari suatu larutan elektrolit dengan harga sifat koligatif larutan non elektrolit dengan konsentrasi yang sama disebut faktor Van,t Hoff ( i )

i = 1 + ( n – 1 ) α

keterangan:
n = jumlah koefisien kation dan anion
α = derajat ionisasi

Rumus Sifat Koligatit Larutan Elektrolit sebagai berikut :

1. Penurunan Tekanan Uap (ΔP) 
     ΔP  =  XA . Po . i

2. Penurunan Titik Beku (ΔTf)
     ΔTf  =  m . Kf . i

3. Kenaikan Titik Didih (ΔTb)
     ΔTb  =  m . Kb . i

4. Tekanan Osmotik (π)
      π = M . R . T . i

Contoh Soal:

7,45 gram Kalium Klorida (Mr. KCl = 74,5) dilarutkan dalam 500 gram air. Tentukan :
a. Titik didih
b. Titik beku
c. Tekanan Osmotik pada suhu 27oC,
    jika derajat ionisasi KCl = 0,6, Kb air = 0,52oC m-1, Kf air = 1,86oC m-1. R = 0,082 L. atm.mol-1K-1

Solusi:

mol KCl                = 7,45/74,5
                               = 0,1 mol
molalitas larutan   = 0,1 mol/0,5 Kg
                                = 0,2 molal

Molaritas larutan sama dengan molitas larutan, karena merupakan larutan encer.
KCl terionisasi menjadi : KCl → K+  +  Cl- , jadi jumlah ion =2, maka n =2
i    = 1 + (n – 1 ) α
     = 1 + ( 2-1 ) 0,6
     = 1,2

a. Titik Didih
     ΔTb   = m x Kb x і
               = 0,2 x 0,52 x 1,2
               = 0,1248
    Jadi titik didih larutan adalah = 100 + 0,1248oC = 100,1248oC

b. Titik Beku larutan
     ΔTf   = m x Kf x і
               = 0,2 x 1,86 x 1,2
               = 0,4464
    Jadi titik beku larutannya adalah = 0 – 0,4464oC = - 0, 4464oC

c. Tekanan Osmotik
     π      = M R T і
             = 0,2 x 0,082 x 300 x 1,2
             = 5,904 atm
             = 5,9 atm

Evaluasi Diri:
  1. 3,24 gram zat yang tidak menguap dilarutan dalam 200 gram air yang mendidih pada suhu 100,130oC pada tekanan 1 atm . Tentukan massa molekul zat terlarut, jika Kb =0,51
  2. Supaya air sebanyak 2 ton tidak membeku pada suhu – 5oC. Tentukan garam dapur yang harus ditambahkan kedalam larutan.Jika Kf air = 1,86oC dan Mr NaCl = 58,5
  3. Tekanan osmotik larutan 0,1 M satu elektrolit biner pada suhu 25oC dengan derajat ionisasi 70 %
  4. Laruan 0,1 molal K2SO4 mengalami penurunan titik beku sebesar 0,458oC, jika Kb air = 1,86oC. Tentukan bilangan mol ( i ) dari larutan K2SO4